Keberadaan Tembok Misterius di Bawah Laut Teluk Mecklenburg Masih Jadi Teka-teki

Selasa, 17 Juni 2025 - 07:13 WIB
loading...
Keberadaan Tembok Misterius...
Tembok Misterius di Bawah Laut Teluk Mecklenburg . FOTO/ SCI SCIENCE
A A A
LONDON - Sekelompok ilmuwan menemukan struktur tembok kuno sepanjang 971 meter, terdiri dari lebih dari 1.600 batu yang tersusun rapi di kedalaman 21 meter bawah laut di Teluk Mecklenburg, Jerman.

BACA JUGA - Gigi Manusia Purba Berusia Jutaan Tahun Ditemukan

Struktur yang dinamai “Blinkerwall” ini diperkirakan telah berusia lebih dari 8.500 tahun, dan bisa jadi merupakan salah satu bangunan perburuan terbesar dan tertua dalam sejarah umat manusia.

Penemuan ini mengguncang dunia arkeologi. Sebab di wilayah Eropa Tengah, struktur dari Zaman Batu Tua sangat jarang bertahan karena aktivitas manusia modern dan perubahan lingkungan yang masif.
Namun, perairan Laut Baltik yang terbentuk oleh proses glasial dan mengalami fluktuasi drastis permukaan laut berfungsi layaknya kapsul waktu alami.

Para peneliti menduga bahwa Blinkerwall dibangun pada awal periode Holosen oleh komunitas pemburu-pengumpul yang bermigrasi di wilayah pasca-gletser, dengan tujuan utama menggiring dan memburu hewan besar seperti rusa kutub (reindeer).

Struktur dinding ini tersusun sangat teratur, terdiri dari 1.673 batu dengan tinggi sebagian besar kurang dari 1 meter dan berat berkisar dari puluhan hingga ratusan kilogram.

Bentuk dan pola penyusunan seperti ini tidak mungkin terjadi secara alami—tidak bisa dijelaskan oleh gerakan gletser, arus sungai, maupun gelombang laut.

Yang lebih mencengangkan, batu-batu terbesar ditemukan pada titik-titik pemutusan dinding, seolah-olah sengaja ditempatkan untuk mengarahkan atau menghalangi pergerakan hewan. Hal ini memperkuat bukti bahwa Blinkerwall adalah struktur buatan manusia.

Analisis sedimen dasar laut dan data geologis menunjukkan bahwa tembok ini dibangun sebelum permukaan laut naik, lebih dari 8.500 tahun yang lalu, sebelum akhirnya terendam akibat fenomena “invasi Littorina” kenaikan permukaan laut yang terjadi pada zaman Holosen.

Letak tembok ini pun sejajar dengan garis pantai kuno, di area yang diduga menjadi jalur migrasi hewan seperti rusa kutub.

Tim peneliti menekankan, membangun struktur sepanjang hampir satu kilometer di kawasan utara Jerman yang kala itu sangat jarang penduduk, adalah bukti nyata akan kerja sama kolektif dalam skala besar demi kelangsungan hidup.

Diperkirakan, satu komunitas pemburu-pengumpul saat itu hanya terdiri dari sekitar 40–45 orang, dengan total populasi regional hanya sekitar seribu jiwa.

Dalam budaya yang berpindah-pindah dan belum mengenal pemukiman permanen, pembangunan struktur sebesar ini sangatlah langka.

Lebih dari sekadar prestasi teknis, Blinkerwall mencerminkan pemahaman mendalam manusia Zaman Batu terhadap lanskap dan ekosistem di sekitarnya.

Struktur ini melintasi rentang waktu hampir sepuluh milenium, menyampaikan kisah kehidupan setelah zaman es dengan keutuhan yang luar biasa.

Dengan penyelidikan lebih lanjut terhadap fungsi, usia, dan konteks tembok ini, Blinkerwall berpotensi mengubah cara pandang kita terhadap kehidupan prasejarah di Eropa.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved