Perang Iran dan Israel Bikin Sinyal Navigasi Kapal di Teluk Persia Kacau
Senin, 16 Juni 2025 - 21:37 WIB
loading...
A
A
A
“Meski kemungkinan penutupan Selat masih kecil, gangguan jamming yang meluas seperti ini menciptakan ketidakpastian bagi siapa pun yang beroperasi di kawasan tersebut.”
Pada Minggu, kapal tanker Front Tyne milik Frontline Ltd. memasuki Selat Hormuz. Tak lama setelahnya, sinyal navigasi kapal menunjukkan pergerakan aneh: berlayar ke utara menuju Bandar Abbas, berzig-zag ke selatan, melayang di daratan, hingga akhirnya mengarah ke Arab Saudi.
Kapal tanker Elandra Willow milik Vitol Group juga menunjukkan pola pergerakan serupa di dekat Bandar Abbas saat keluar dari Teluk. Sementara itu, Pegasus, kapal tanker Suezmax yang dioperasikan oleh Pantheon Tankers Management, sejak Senin pagi bahkan tercatat berada di daratan Iran.
Selat Hormuz menjadi pintu gerbang menuju Teluk Persia, tempat negara-negara produsen minyak utama seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Iran menyalurkan minyak mentah mereka ke pembeli global. Setelah Israel melancarkan serangan udara ke Iran pekan lalu, kekhawatiran akan kemungkinan blokade jalur strategis ini pun meningkat.
Beberapa perusahaan pengelola kapal tanker dilaporkan telah menangguhkan pengiriman ke Teluk Persia, menurut para broker kapal.
Pada Minggu, kapal tanker Front Tyne milik Frontline Ltd. memasuki Selat Hormuz. Tak lama setelahnya, sinyal navigasi kapal menunjukkan pergerakan aneh: berlayar ke utara menuju Bandar Abbas, berzig-zag ke selatan, melayang di daratan, hingga akhirnya mengarah ke Arab Saudi.
Kapal tanker Elandra Willow milik Vitol Group juga menunjukkan pola pergerakan serupa di dekat Bandar Abbas saat keluar dari Teluk. Sementara itu, Pegasus, kapal tanker Suezmax yang dioperasikan oleh Pantheon Tankers Management, sejak Senin pagi bahkan tercatat berada di daratan Iran.
Selat Hormuz menjadi pintu gerbang menuju Teluk Persia, tempat negara-negara produsen minyak utama seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Iran menyalurkan minyak mentah mereka ke pembeli global. Setelah Israel melancarkan serangan udara ke Iran pekan lalu, kekhawatiran akan kemungkinan blokade jalur strategis ini pun meningkat.
Beberapa perusahaan pengelola kapal tanker dilaporkan telah menangguhkan pengiriman ke Teluk Persia, menurut para broker kapal.
(wbs)
Lihat Juga :