Asal-usul Terbentuknya Kawah di Mars Terungkap

Minggu, 08 Juni 2025 - 14:03 WIB
loading...
Asal-usul Terbentuknya...
Kawah Mars. FOTO/ SCIENCE ALERT
A A A
LONDON - Pengorbit Mars telah menangkap gambar sebuah kawah yang menawarkan wawasan tentang miliaran tahun sejarah di Planet Merah.

BACA JUGA - Bisnis Melancong ke Luar Angkasa

Dan, yang terpenting, ini dapat memberikan informasi penting tentang lingkungan purba di Mars, dan kesesuaiannya untuk menampung kehidupan.

Kawah besar ini berukuran lebar 120 kilometer dan awalnya muncul 4,1 hingga 3,7 miliar tahun lalu setelah tabrakan, dengan komet dan asteroid yang menghantam Planet Merah dalam jumlah besar.

Pejabat ESA mengatakan dalam pernyataan tersebut: "Alur linear menunjukkan tempat batu-batu besar yang membeku di dasar gletser terseret, membentuk palung yang terlihat saat ini. Di sekitar dasar dinding bagian dalam kawah, kita dapat melihat ujung gletser yang tertutup batu berbentuk lidah dan halus. 'Celemek puing' ini terbentuk ketika es bercampur dengan puing-puing berbatu di sepanjang dinding kawah selama periode glasiasi, dan perlahan merayap menuruni lereng."

"Kawah yang kaya akan fitur ini memiliki semua bahan untuk menjelajahi berbagai proses geologi Mars, memberi kita gambaran menarik tentang sejarahnya yang kompleks," kata pejabat ESA dalam pernyataan tersebut.

Tentu saja, pencarian indikator potensi kehidupan di Mars terus berlanjut dengan sungguh-sungguh. Awal tahun ini, bukti baru tentang riak air di Mars terungkap yang dapat mengubah pemahaman kita tentang sejarah planet tersebut.

Para astronom dan geolog planet yang mempelajari Mars telah mengetahui selama beberapa dekade bahwa air pernah ada di planet tersebut. Planet Merah tersebut kini dikenal sebagai dunia yang berdebu dan dingin, tetapi miliaran tahun yang lalu air mengalir di permukaan planet tersebut .
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Berita Terkini
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved