Kamu Lulus Kuliah, tapi AI Sudah Ambil Alih Pekerjaan Impianmu? Ini Kata CEO Anthropic!
Rabu, 04 Juni 2025 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Laporan tersebut mengaitkan penurunan ini sebagian besar dengan adopsi AI, karena perusahaan kini memprioritaskan pekerja berpengalaman yang dapat memanfaatkan alat AI secara efektif.
“AI melakukan apa yang biasa dilakukan intern dan lulusan baru," jelas Heather Doshay, seorang mitra SignalFire. “Sekarang, Anda bisa merekrut satu pekerja berpengalaman, membekali mereka dengan alat AI, dan mereka bisa menghasilkan output pekerja junior di atas pekerjaan mereka sendiri."
Angka-angka pun berbicara lantang: kandidat entry-level kini hanya menyumbang 7% dari total perekrutan di perusahaan Big Tech pada 2024, turun 25% dari tahun sebelumnya. Di perusahaan startup, angka itu bahkan anjlok menjadi 6%. Ini adalah gambaran nyata bagaimana AI mulai menggerus peluang bagi para pendatang baru di dunia kerja.
Amodei tak segan mengkritik pejabat pemerintah dan pemimpin bisnis karena meremehkan skala disrupsi yang akan datang. Ia berpendapat bahwa pemerintah AS tetap diam mengenai potensi disrupsi pekerjaan oleh AI, karena khawatir akan memicu kepanikan pekerja atau tertinggal dari China dalam perlombaan AI.
Baca Juga: Paus Leo Beberkan Kegelisahannya Soal Kecerdasan Buatan
“AI melakukan apa yang biasa dilakukan intern dan lulusan baru," jelas Heather Doshay, seorang mitra SignalFire. “Sekarang, Anda bisa merekrut satu pekerja berpengalaman, membekali mereka dengan alat AI, dan mereka bisa menghasilkan output pekerja junior di atas pekerjaan mereka sendiri."
Angka-angka pun berbicara lantang: kandidat entry-level kini hanya menyumbang 7% dari total perekrutan di perusahaan Big Tech pada 2024, turun 25% dari tahun sebelumnya. Di perusahaan startup, angka itu bahkan anjlok menjadi 6%. Ini adalah gambaran nyata bagaimana AI mulai menggerus peluang bagi para pendatang baru di dunia kerja.
Amodei tak segan mengkritik pejabat pemerintah dan pemimpin bisnis karena meremehkan skala disrupsi yang akan datang. Ia berpendapat bahwa pemerintah AS tetap diam mengenai potensi disrupsi pekerjaan oleh AI, karena khawatir akan memicu kepanikan pekerja atau tertinggal dari China dalam perlombaan AI.
Baca Juga: Paus Leo Beberkan Kegelisahannya Soal Kecerdasan Buatan
Lihat Juga :