Geger Pernyataan Menkes: Pria Bercelana 33 Inci Umur Lebih Pendek? Bongkar Fakta Obesitas yang Lebih Mengerikan!

Rabu, 14 Mei 2025 - 22:34 WIB
loading...
A A A
Dalam banyak kasus, obesitas bukanlah penyakit tunggal, melainkan hasil interaksi kompleks antara lingkungan obesogenik (lingkungan yang memicu obesitas), faktor psikososial, dan varian genetik. Namun, pada sebagian kecil pasien, penyebab utama tunggal dapat diidentifikasi, seperti efek samping obat-obatan, penyakit tertentu, imobilisasi, prosedur iatrogenik (akibat tindakan medis), atau penyakit monogenik/sindrom genetik.

Lingkungan obesogenik, dengan ketersediaan makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi serta gaya hidup sedenter, semakin memperburuk kemungkinan obesitas pada individu. Ironisnya, kurangnya respons sistem kesehatan yang efektif dalam mengidentifikasi kelebihan berat badan dan penumpukan lemak pada tahap awal justru mempercepat perkembangan menuju obesitas yang lebih parah.

Data tahun 2021 bahkan mencatat dampak mengerikan dari IMT yang lebih tinggi dari optimal: diperkirakan menyebabkan 3,7 juta kematian akibat penyakit tidak menular (PTM), termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, gangguan neurologis, penyakit pernapasan kronis, dan gangguan pencernaan. Angka ini menjadi alarm bagi pentingnya pencegahan dan pengelolaan obesitas.

Lantas, bagaimana cara mencegah dan mengelola obesitas? Berdasarkan keterangan resmi dari RS Soeradji Tirtonegoro, ada beberapa langkah kunci yang bisa dilakukan:

1. Menjalankan Pola Makan yang Benar: Prinsipnya adalah diet seimbang sesuai dengan Requirement Daily Allowances (RDA). Mengonsumsi makanan beragam dari empat kelompok utama (makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah) setiap kali makan. Prioritaskan karbohidrat kompleks, konsumsi protein, sayur, dan buah 2-3 porsi per hari, serta batasi lemak, minyak, dan gula. Hindari makanan olahan yang tinggi garam, gula, lemak, dan kalori.

2. Meningkatkan Aktivitas Fisik: Aktivitas fisik membantu mencegah obesitas dengan membakar energi dan meningkatkan metabolisme tubuh. Olahraga teratur minimal 3 kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit per sesi sangat dianjurkan. Pilihlah aktivitas aerobik (jalan cepat, berlari), penguatan otot (senam, push-up), dan penguatan tulang (lompat tali).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kembangkan Pil GLP-1,...
Kembangkan Pil GLP-1, Novo Nordisk Perkuat Dominasi di Pasar Terapi Obesitas
Faktor Genetik Bisa...
Faktor Genetik Bisa Sebabkan Obesitas, Tapi Masih Bisa Dicegah
Pernah Obesitas, Ini...
Pernah Obesitas, Ini Kisah dr. Gia Pratama Turun Berat Badan dari 100Kg
Rekomendasi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
Menkes: Laki-laki Celananya...
Menkes: Laki-laki Celananya Ukuran 33 Lebih Cepat Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved