Membongkar Kisah Bahtera Nuh: Antara Iman dan Nalar
Senin, 10 Maret 2025 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
“Membangun kapal sebesar itu dengan teknologi pada zaman itu hampir tidak mungkin. Perlu perhitungan yang sangat matang, terkait distribusi berat, daya apung, dan kekuatan struktur. Hal-hal ini sangat mustahil untuk di lakukan pada zaman tersebut,” ujar seorang ahli perkapalan yang enggan disebutkan namanya.
Menampung Seluruh Spesies di Bumi
Selain tantangan konstruksi, Nuh juga dihadapkan pada tugas logistik yang sangat berat: menampung sepasang dari setiap jenis hewan di bumi. Dengan ruang yang terbatas, setiap jengkal ruang harus dimanfaatkan secara efisien.
Setiap spesies hewan memiliki kebutuhan spesifik yang harus dipenuhi, mulai dari pakan, air, suhu, hingga kelembapan. Desain kandang harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran hewan, perilaku, dan kebutuhan sosial.
“Bayangkan menampung ribuan spesies hewan, dari yang terkecil hingga yang terbesar, dalam satu kapal. Setiap spesies memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Ini adalah tugas yang sangat rumit, bahkan dengan teknologi modern sekalipun,” kata seorang ahli zoologi.
- Mendapatkan gala-gala (sejenis aspal) dalam jumlah yang memadai. Menurut teori, gala-gala adalah hasil proses geologis dalam tekanan tinggi dalam waktu yang sangat lama. Lalu bagaimana zaman sebelum banjir sudah terdapat gala-gala dalam jumlah banyak?
Baca Juga: Fakta Kapal Nabi Nuh Terbuat dari Kayu Jati Jawa Menurut Penelitan NAMI
- Memastikan kapal tetap kedap air dan tidak hancur oleh gelombangbesar.
Menampung Seluruh Spesies di Bumi
![Membongkar Kisah Bahtera Nuh: Antara Iman dan Nalar]()
Selain tantangan konstruksi, Nuh juga dihadapkan pada tugas logistik yang sangat berat: menampung sepasang dari setiap jenis hewan di bumi. Dengan ruang yang terbatas, setiap jengkal ruang harus dimanfaatkan secara efisien. 
Setiap spesies hewan memiliki kebutuhan spesifik yang harus dipenuhi, mulai dari pakan, air, suhu, hingga kelembapan. Desain kandang harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran hewan, perilaku, dan kebutuhan sosial.
“Bayangkan menampung ribuan spesies hewan, dari yang terkecil hingga yang terbesar, dalam satu kapal. Setiap spesies memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Ini adalah tugas yang sangat rumit, bahkan dengan teknologi modern sekalipun,” kata seorang ahli zoologi.
Sumber Daya Material:
- Mencari dan mengumpulkan kayu gofir dalam jumlah yang sangat besar.- Mendapatkan gala-gala (sejenis aspal) dalam jumlah yang memadai. Menurut teori, gala-gala adalah hasil proses geologis dalam tekanan tinggi dalam waktu yang sangat lama. Lalu bagaimana zaman sebelum banjir sudah terdapat gala-gala dalam jumlah banyak?
Baca Juga: Fakta Kapal Nabi Nuh Terbuat dari Kayu Jati Jawa Menurut Penelitan NAMI
Tenaga Kerja:
- Membangun bahtera raksasa ini dalam waktu yang relatif singkat (menurut beberapa interpretasi, hanya dalam waktu 81 tahun) dengan tenaga kerja yang terbatas (Nuh dan ketiga putranya).Navigasi dan Ketahanan Kapal:
- Menavigasi kapal sebesar itu di tengah badai dahsyat selama 40 hari 40 malam.- Memastikan kapal tetap kedap air dan tidak hancur oleh gelombangbesar.
(dan)
Lihat Juga :