Microsoft Tutup Skype Mei 2025, Banyak Pengguna Sedih dan Kecewa
Sabtu, 01 Maret 2025 - 21:35 WIB
loading...
Microsoft mendorong pengguna Skype untuk beralih ke versi gratis Microsoft Teams, aplikasi komunikasi yang membantu pengguna bekerja sama secara real-time. Foto: Reuters
A
A
A
JAKARTA - Skype, pionir layanan panggilan video gratis milik Microsoft bakal jadi sejarah pada Mei 2025 mendatang.
Layanan ini dulunya begitu populer sehingga orang menggunakannya sebagai kata kerja: “Aku akan Skype kamu besok pagi,”.
Microsoft, yang mengakuisisi Skype pada 2011 dengan nilai USD8,5 miliar (sekitar Rp127 triliun), mengumumkan di platform X pada hari Jumat bahwa layanan voice-over-Internet protocol (VoIP) yang ikonik ini akan segera ditutup.
Microsoft mendorong pengguna Skype untuk beralih ke versi gratis Microsoft Teams, aplikasi komunikasi yang membantu pengguna bekerja sama secara real-time.
Dalam lebih dari dua dekade sejak didirikan, Skype telah disalip oleh banyak pesaing, seperti FaceTime, WhatsApp, Zoom, dan Slack.
Dalam sebuah postingan blog terpisah, Microsoft mengatakan langkah untuk menutup Skype dimaksudkan “untuk merampingkan penawaran komunikasi konsumen gratis sehingga dapat lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan."
Berbicara kepada CNBC, Jeff Teper, presiden aplikasi dan platform kolaboratif Microsoft 360, mengatakan bahwa perusahaan telah "belajar banyak dari Skype selama bertahun-tahun.
Layanan ini dulunya begitu populer sehingga orang menggunakannya sebagai kata kerja: “Aku akan Skype kamu besok pagi,”.
Microsoft, yang mengakuisisi Skype pada 2011 dengan nilai USD8,5 miliar (sekitar Rp127 triliun), mengumumkan di platform X pada hari Jumat bahwa layanan voice-over-Internet protocol (VoIP) yang ikonik ini akan segera ditutup.
Microsoft mendorong pengguna Skype untuk beralih ke versi gratis Microsoft Teams, aplikasi komunikasi yang membantu pengguna bekerja sama secara real-time.
Dalam lebih dari dua dekade sejak didirikan, Skype telah disalip oleh banyak pesaing, seperti FaceTime, WhatsApp, Zoom, dan Slack.
Dalam sebuah postingan blog terpisah, Microsoft mengatakan langkah untuk menutup Skype dimaksudkan “untuk merampingkan penawaran komunikasi konsumen gratis sehingga dapat lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan."
Berbicara kepada CNBC, Jeff Teper, presiden aplikasi dan platform kolaboratif Microsoft 360, mengatakan bahwa perusahaan telah "belajar banyak dari Skype selama bertahun-tahun.
Lihat Juga :