Seperti Ular, Fosil Berusia 240 Tahun Ini Diklaim Naga China Asli
Selasa, 11 Februari 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Leher makhluk ini yang sangat panjang inilah yang membuat spesies ini tampak seperti naga.
"Penemuan ini memungkinkan kita untuk melihat hewan berleher panjang yang luar biasa ini secara utuh untuk pertama kalinya. Ini adalah satu contoh lagi dari dunia Trias yang aneh dan menakjubkan yang terus membingungkan para paleontologi," kata Dr. Nick Fraser, Penjaga Ilmu Pengetahuan Alam di Museum Nasional Skotlandia, dalam sebuah pernyataan .
Ia melanjutkan penjelasannya: “Kami yakin bahwa ini akan menarik perhatian di seluruh dunia karena penampilannya yang mencolok, mengingatkan kita pada Naga China yang panjang dan menyerupai ular.”
Proyek penelitian ini melibatkan ilmuwan di seluruh dunia, termasuk dari Jerman, Skotlandia, AS, dan Cina. Fosil-fosil tersebut dipelajari selama lebih dari satu dekade di Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi di Beijing.
“Reptil laut yang luar biasa ini adalah contoh lain dari fosil menakjubkan yang terus ditemukan di Tiongkok”, tambah Profesor Robert Ellam, Pemimpin Redaksi Transactions dan Anggota Royal Society of Edinburgh.
"Penemuan ini memungkinkan kita untuk melihat hewan berleher panjang yang luar biasa ini secara utuh untuk pertama kalinya. Ini adalah satu contoh lagi dari dunia Trias yang aneh dan menakjubkan yang terus membingungkan para paleontologi," kata Dr. Nick Fraser, Penjaga Ilmu Pengetahuan Alam di Museum Nasional Skotlandia, dalam sebuah pernyataan .
Ia melanjutkan penjelasannya: “Kami yakin bahwa ini akan menarik perhatian di seluruh dunia karena penampilannya yang mencolok, mengingatkan kita pada Naga China yang panjang dan menyerupai ular.”
Proyek penelitian ini melibatkan ilmuwan di seluruh dunia, termasuk dari Jerman, Skotlandia, AS, dan Cina. Fosil-fosil tersebut dipelajari selama lebih dari satu dekade di Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi di Beijing.
“Reptil laut yang luar biasa ini adalah contoh lain dari fosil menakjubkan yang terus ditemukan di Tiongkok”, tambah Profesor Robert Ellam, Pemimpin Redaksi Transactions dan Anggota Royal Society of Edinburgh.
(wbs)
Lihat Juga :