WhatsApp Disusupi Spyware! HP Jadi Mata-mata di Saku Anda?
Sabtu, 01 Februari 2025 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
WhatsApp bekerja sama dengan Citizen Lab pada tahun 2019 ketika layanan chat tersebut menggugat perusahaan pengawasan Israel NSO Group, menuduhnya membantu mata-mata pemerintah untuk membobol ponsel lebih dari seribu pengguna, termasuk jurnalis, diplomat, pejabat pemerintah senior, dan dissident politik.
Pada bulan Desember, hakim AS memutuskan mendukung WhatsApp. Pada bulan yang sama, kelompok investasi berbasis di Florida AE Industrial Partners, pesaing NSO Group, mengakuisisi Paragon Solutions. Dipercayai bahwa Paragon Solutions masih beroperasi di Israel.
Natalia Krapiva, penasihat hukum senior di organisasi nirlaba akses internet Access Now, mengatakan bahwa penelitian nonprofitnya telah menemukan bahwa serangan terhadap "jurnalis dan aktor masyarakat sipil lainnya semakin umum."
Baca Juga: Cara Mengubah Foto Selfie Menjadi Stiker di WhatsApp, Gampang Banget!
"Terakhir kali WhatsApp memberi tahu korban NSO pada 2019, kami telah melihat banjirnya tuntutan hukum, sanksi, dan konsekuensi lain untuk industri ini," kata Krapiva. "Tetapi kami membutuhkan lebih banyak tindakan oleh pembuat undang-undang dan sektor teknologi untuk mengekang industri ini karena jelas tidak dapat mengaturdirisendiri."
Pada bulan Desember, hakim AS memutuskan mendukung WhatsApp. Pada bulan yang sama, kelompok investasi berbasis di Florida AE Industrial Partners, pesaing NSO Group, mengakuisisi Paragon Solutions. Dipercayai bahwa Paragon Solutions masih beroperasi di Israel.
Natalia Krapiva, penasihat hukum senior di organisasi nirlaba akses internet Access Now, mengatakan bahwa penelitian nonprofitnya telah menemukan bahwa serangan terhadap "jurnalis dan aktor masyarakat sipil lainnya semakin umum."
Baca Juga: Cara Mengubah Foto Selfie Menjadi Stiker di WhatsApp, Gampang Banget!
"Terakhir kali WhatsApp memberi tahu korban NSO pada 2019, kami telah melihat banjirnya tuntutan hukum, sanksi, dan konsekuensi lain untuk industri ini," kata Krapiva. "Tetapi kami membutuhkan lebih banyak tindakan oleh pembuat undang-undang dan sektor teknologi untuk mengekang industri ini karena jelas tidak dapat mengaturdirisendiri."
(dan)
Lihat Juga :