Air dari Samudra Hindia Diklaim Mempercepat Terbelahnya Benua Afrika
Minggu, 26 Januari 2025 - 21:46 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan bahwa samudra baru itu bisa sedalam Samudra Atlantik jika air laut terus mengalir ke wilayah itu.
Retakan tersebut membentang melintasi Somalia, Kenya, Tanzania, dan separuh Ethiopia.
Menurut MacDonald, benua baru itu akan dikenal sebagai Benua Nubia.
Seperti dilansir dari Live Science, retakan atau celah raksasa itu akan membuat Afrika Timur akan terpisah dari 'benua induk'.
Selain membelah Afrika menjadi dua, proses ini pun kemungkinan besar akan menghasilkan samudra baru yang muncul di antara dua daratan.
Terbelah duanya benua itu terkait dengan salah satu celah terbesar di dunia, yakni East African Rift System (EARS).
Celah ini membentang sepanjang ribuan kilometer melalui beberapa negara di Afrika, termasuk Ethiopia, Kenya, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Rwanda, Burundi, Zambia, Tanzania, Malawi, dan Mozambik.
Retakan tersebut membentang melintasi Somalia, Kenya, Tanzania, dan separuh Ethiopia.
Menurut MacDonald, benua baru itu akan dikenal sebagai Benua Nubia.
Seperti dilansir dari Live Science, retakan atau celah raksasa itu akan membuat Afrika Timur akan terpisah dari 'benua induk'.
Selain membelah Afrika menjadi dua, proses ini pun kemungkinan besar akan menghasilkan samudra baru yang muncul di antara dua daratan.
Terbelah duanya benua itu terkait dengan salah satu celah terbesar di dunia, yakni East African Rift System (EARS).
Celah ini membentang sepanjang ribuan kilometer melalui beberapa negara di Afrika, termasuk Ethiopia, Kenya, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Rwanda, Burundi, Zambia, Tanzania, Malawi, dan Mozambik.
Lihat Juga :