Ini Deretan Miliarder Teknologi yang Disorot dalam Pelantikan Donald Trump, Ada Bos TikTok!

Selasa, 21 Januari 2025 - 19:34 WIB
loading...
A A A
Berbeda dengan empat tahun lalu, para eksekutif teknologi kini terlihat lebih proaktif dalam menjalin hubungan dengan Trump.

Salah satunya adalah Elon Musk, yang dilaporkan menghabiskan USD277 juta (sekitar Rp4,3 triliun) untuk mendukung kampanye Trump dan kandidat Partai Republik lainnya dalam pemilu November 2024.

Peran Politik dan Kontroversi

Posisi strategis para pemimpin teknologi ini dalam pelantikan menuai reaksi, termasuk dari Senator Bernie Sanders. "Ketika tiga orang terkaya di Amerika duduk di belakang Trump saat pelantikannya, semua orang paham bahwa kelas miliarder kini mengendalikan pemerintahan kita," ujar Sanders melalui media sosial.

Kehadiran Zuckerberg menjadi sorotan khusus, mengingat Trump sebelumnya mengancamnya dengan hukuman penjara seumur hidup hanya beberapa bulan lalu.

CEO Meta ini baru-baru ini mendapat kritik setelah mengubah kebijakan perusahaan untuk lebih selaras dengan pandangan konservatif Trump, termasuk menghapus fitur pengecekan fakta di AS dan melonggarkan aturan terkait ujaran kebencian di platform Facebook dan Instagram.

Jeff Bezos, pemilik The Washington Post, juga menjadi subjek kontroversi setelah memblokir rencana surat kabar tersebut untuk mendukung kandidat Demokrat Kamala Harris dalam pemilu 2024, yang memicu protes internal dari newsroom dan penurunan jumlah pelanggan.

Pengaruh Ekonomi dan Bisnis

Para miliarder teknologi ini tidak hanya hadir untuk menunjukkan dukungan simbolis. Bisnis mereka memiliki hubungan erat dengan pemerintah AS. SpaceX milik Musk telah menjadi kontraktor utama pemerintah, sementara divisi komputasi awan Amazon Web Services (AWS) dan Google juga termasuk klien terbesar pemerintah AS.

Namun, perusahaan teknologi besar seperti Google, Meta, Apple, dan Amazon juga menghadapi gugatan antitrust besar-besaran dari pemerintah AS. Dengan kehadiran mereka di pelantikan, para eksekutif ini tampaknya berusaha memastikan hubungan yang lebih baik dengan administrasi Trump.

Andrew Selepak, profesor media dari University of Florida, menyatakan bahwa kehadiran para miliarder ini merupakan strategi untuk memperkuat posisi mereka di pemerintahan. "Orang-orang ini sangat kaya dan pada dasarnya membayar akses. Mereka memastikan bahwa nama, wajah, dan terutama uang mereka terlihat jelas," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Pemerintahan Trump Rilis...
Pemerintahan Trump Rilis Video Asli UFO yang Telah Terverifikasi
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Pamer Kekuatan Nuklir dari Luar Angkasa
Kiamat Gawai China di...
Kiamat Gawai China di AS! Trump Siap Cekik Total Huawei, ZTE, hingga Router Wi-Fi
Ahli Sains Prediksi...
Ahli Sains Prediksi Donald Trump Bisa Serang Greenland
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Rekomendasi
Hukum Menikah di Bulan...
Hukum Menikah di Bulan Safar, Benarkah Membawa Sial? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved