Ilmuwan Gunakan Metode Ini untuk Pastikan Keberadaan Harimau Jawa

Rabu, 08 Januari 2025 - 15:52 WIB
loading...
Ilmuwan Gunakan Metode...
Penampakan Harimau di pedalama hutan. FOTO Ilustrasi/ Bhaskar
A A A
JAKARTA - Penemuan sehelai bulu yang diklaim milik Harimau Jawa 2024 lalu menimbulkan tanda tanya besar apakah kucing terbesar tersebut benar-benar punah atau tidak.

BACA JUGA - Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini

Indonesia pernah menjadi rumah bagi tiga subspesies harimau (Harimau Sumatra, Jawa, dan Bali). Sayangnya, harimau Jawa dan Bali sudah punah, hanya harimau Sumatra yang tersisa.

Dan di tahun 2022 ini, laporan penampakan Harimau Jawa meningkat di beberapa wilayah hutan di Jawa. Sementara populasi harimau di alam terus mengalami tekanan.

Harimau Sumatra sendiri terancam dengan jumlah saat ini diperkirakan sebanyak 393 induk dewasa, menurun 10% dibandingkan tahun 2008 yakni 439 harimau.

Banyaknya laporan tentang penampakan Harima Jawa, hanya teknologi metode CMR atau metode kamera pengintai (camera trap) menjadi alat utama ‘menangkap’ harimau dalam bingkai foto.

Seperti dilansir dari Conversation, metode ini jauh lebih mudah dibanding menangkap langsung harimau.

Selain peralatan, CMR juga membutuhkan desain studi yang baik. Misalnya kamera pengintai dipasang di lokasi yang optimal untuk mendeteksi harimau. Lokasi tersebut bisa berupa jalur harimau (di mana terdapat tapak atau kotoran harimau) atau jalur satwa mangsanya.

Distribusi kamera juga harus merata untuk menjamin setiap individu harimau memiliki peluang yang sama untuk ‘tertangkap’.

Di Sumatra, survei harimau biasa menggunakan sistem grid atau petak, di mana satu stasiun kamera (biasa berpasangan untuk mendapatkan foto kedua sisi harimau) dipasang dalam grid ukuran 3x3 kilometer (km).

Survei juga dilakukan dalam periode waktu terbatas, umumnya 90 hari. Angka ini menjadi acuan asumsi populasi tertutup harimau di mana tidak terjadi proses kelahiran, kematian, imigrasi, dan emigrasi yang dapat mengubah angka populasi harimau di area kajian selama survei.

Syarat di atas terlihat sederhana. Tapi, penerapannya di lapangan bisa lebih menantang, terutama karena keterbatasan sumber daya.

Jika kita ingin melakukan survei kamera di area yang luas, maka dibutuhkan lebih banyak kamera pengintai dan tim lapangan. Tentunya ini akan berdampak pada periode survei yang panjang dan biaya operasional yang tinggi.

Keterbatasan luasan area survei menjadi tantangan dalam menentukan jumlah harimau di wilayah besar seperti taman nasional.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Menggunakan Monster...
Jepang Menggunakan Monster Serigala untuk Menghalau Beruang
Aneh! Ilmuwan Temukan...
Aneh! Ilmuwan Temukan Mumi Cheetah Langka di Gurun Arab
Tiga Dekade Dinyatakan...
Tiga Dekade Dinyatakan Punah, Spesies Kucing Liar Ini Terlihat Lagi
Perdagangan Harimau...
Perdagangan Harimau Semakin Merajalela, Indonesia Termasuk Penyumbang Terbesar
Gunakan AI, Ilmuwan...
Gunakan AI, Ilmuwan Temukan Jenis Auman Baru Singa
Mengapa Afrika Memiliki...
Mengapa Afrika Memiliki Banyak Hewan Darat Terbesar di Dunia?
Pramono Ngaku Harimau...
Pramono Ngaku Harimau Kurus yang Viral Miliknya: Mungkin Kangen Sama Saya
Ajaib! Butet Menang...
Ajaib! Butet Menang Duel Lawan 3 Harimau Sumatera
Ular Masuk ke Dalam...
Ular Masuk ke Dalam Rumah, Apa Maknanya Menurut Islam?
Rekomendasi
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Profil Zion Suzuki:...
Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Berita Terkini
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Infografis
3 Kekuatan Mengerikan...
3 Kekuatan Mengerikan Harimau Jawa, dari Gigitan hingga Cakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved