Jejak Kaki Berusia 1,5 Juta Tahun, Ungkap Sesuatu yang Tak Terduga
Minggu, 01 Desember 2024 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Jejak kaki itu dibuat sangat berdekatan sehingga menunjukkan bahwa kedua spesies itu berpapasan di area ini dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari.
Kevin Hatala, penulis pertama studi ini dan profesor madya bidang biologi di Universitas Chatham di Pittsburgh, mengatakan, "Kami melihat mereka berada di lingkungan tepi danau yang sama, dan melewati area ini dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari."
"Mereka mungkin menyadari keberadaan satu sama lain. Mereka melihat satu sama lain dan mungkin berinteraksi," imbuh Hatala.
Jejak kaki di Koobi Fora pertama kali ditemukan pada tahun 2007. Jejak kaki tersebut merupakan contoh tertua hominin yang berjalan tegak seperti manusia modern. Di wilayah yang sama, sisa-sisa kerangka beberapa kerabat manusia purba juga telah ditemukan.
Jejak kaki lainnya ditemukan sejak saat itu, dengan jejak kaki terbaru ditemukan pada tahun 2021. Para ilmuwan menemukan jejak kaki yang dalam dan terawetkan dengan sempurna yang terpahat dari lumpur yang dulunya lunak dan lembek.
Jejak kaki tersebut tertutup sedimen seiring berjalannya waktu, tetapi tim Hatala menggalinya pada tahun 2022.
Kevin Hatala, penulis pertama studi ini dan profesor madya bidang biologi di Universitas Chatham di Pittsburgh, mengatakan, "Kami melihat mereka berada di lingkungan tepi danau yang sama, dan melewati area ini dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari."
"Mereka mungkin menyadari keberadaan satu sama lain. Mereka melihat satu sama lain dan mungkin berinteraksi," imbuh Hatala.
Jejak kaki di Koobi Fora pertama kali ditemukan pada tahun 2007. Jejak kaki tersebut merupakan contoh tertua hominin yang berjalan tegak seperti manusia modern. Di wilayah yang sama, sisa-sisa kerangka beberapa kerabat manusia purba juga telah ditemukan.
Jejak kaki lainnya ditemukan sejak saat itu, dengan jejak kaki terbaru ditemukan pada tahun 2021. Para ilmuwan menemukan jejak kaki yang dalam dan terawetkan dengan sempurna yang terpahat dari lumpur yang dulunya lunak dan lembek.
Jejak kaki tersebut tertutup sedimen seiring berjalannya waktu, tetapi tim Hatala menggalinya pada tahun 2022.
Lihat Juga :