Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
Jum'at, 15 November 2024 - 19:18 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pukulan lain bagi Iran, Trump juga memerintahkan serangan pesawat nirawak yang menewaskan Qassem Soleimani, seorang pejabat tinggi militer Iran, pada Januari 2020 di Irak.
Dalam pidatonya di New York September lalu, Trump menunjukkan keterbukaan terhadap negosiasi nuklir baru. "Kita harus membuat kesepakatan karena konsekuensinya tidak mungkin. Kita harus membuat kesepakatan," kata Republikan itu.
Sebagai anggota NPT yang berkomitmen, kami melanjutkan kerja sama penuh dengan IAEA. Perbedaan dapat diselesaikan melalui kerja sama dan dialog. Kami sepakat untuk melanjutkan dengan keberanian dan niat baik.
Pada hari Kamis, (14 November) Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membagikan sebuah unggahan di X, yang menyatakan, “Sebagai anggota NPT yang berkomitmen, kami melanjutkan kerja sama penuh kami dengan IAEA. Perbedaan dapat diselesaikan melalui kerja sama dan dialog. Kami sepakat untuk melanjutkan dengan keberanian dan niat baik. Iran tidak pernah meninggalkan meja perundingan mengenai program nuklir damainya. Bola ada di tangan UE/E3. Bersedia bernegosiasi berdasarkan kepentingan nasional kami & hak-hak kami yang tidak dapat dicabut, tetapi TIDAK siap bernegosiasi di bawah tekanan dan intimidasi.”
Jabatan Araghchi menyusul pertemuannya dengan Rafael Mariano Grossi, direktur jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Dalam pidatonya di New York September lalu, Trump menunjukkan keterbukaan terhadap negosiasi nuklir baru. "Kita harus membuat kesepakatan karena konsekuensinya tidak mungkin. Kita harus membuat kesepakatan," kata Republikan itu.
Sebagai anggota NPT yang berkomitmen, kami melanjutkan kerja sama penuh dengan IAEA. Perbedaan dapat diselesaikan melalui kerja sama dan dialog. Kami sepakat untuk melanjutkan dengan keberanian dan niat baik.
Pada hari Kamis, (14 November) Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membagikan sebuah unggahan di X, yang menyatakan, “Sebagai anggota NPT yang berkomitmen, kami melanjutkan kerja sama penuh kami dengan IAEA. Perbedaan dapat diselesaikan melalui kerja sama dan dialog. Kami sepakat untuk melanjutkan dengan keberanian dan niat baik. Iran tidak pernah meninggalkan meja perundingan mengenai program nuklir damainya. Bola ada di tangan UE/E3. Bersedia bernegosiasi berdasarkan kepentingan nasional kami & hak-hak kami yang tidak dapat dicabut, tetapi TIDAK siap bernegosiasi di bawah tekanan dan intimidasi.”
Jabatan Araghchi menyusul pertemuannya dengan Rafael Mariano Grossi, direktur jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
(wbs)
Lihat Juga :