Harga Bitcoin Terkerek ke Level Tertinggi Setelah Trump Menang, Analis Bilang Gini

Rabu, 06 November 2024 - 19:06 WIB
loading...
Harga Bitcoin Terkerek...
Saat ini, harga Bitcoin masih berfluktuasi di kisaran USD73.000. Foto: Reuters
A A A
JAKARTA - Hasil perhitungan suara Pemilu Presiden Amerika Serikat yang mengindikasikan kemenangan Donald Trump telah mendorong harga Bitcoin mencapai level tertinggi baru.

Berdasarkan data CoinMarketCap, dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin melonjak hampir 10% dan mencapai All-Time High (ATH) di angka USD75.300.

Saat ini, harga Bitcoin masih berfluktuasi di kisaran USD73.000. Sementara itu, Trump dilaporkan telah meraih 267 electoral votes, yang berarti hanya membutuhkan 3 suara tambahan untuk memenangkan pemilu.

Fahmi Almuttaqin, Analis Crypto dari Reku, menjelaskan bahwa sentimen positif yang menguat di pasar crypto saat ini sejalan dengan tren bullish yang telah terlihat sebelumnya.

Ia menambahkan, momentum ini bisa menjadi awal dari reli besar dalam fase bullish kali ini, yang berpotensi mendorong kenaikan signifikan bagi Bitcoin dan aset-aset crypto potensial lainnya.

“Kami melihat tren positif ini dapat semakin berkembang untuk mendorong harga aset-aset crypto di pasar, khususnya Bitcoin. Meski beberapa data menunjukkan banyaknya investor yang mengakumulasi Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir, potensi kenaikan justru masih terbuka lebar,” ujar Fahmi.

Menurutnya, tren akumulasi Bitcoin yang meningkat menunjukkan bertambahnya jumlah investor baru, sehingga dapat mengurangi tekanan jual di pasar.

Selain itu, kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed dapat memicu aliran dana baru ke pasar crypto, memperkuat tren kenaikan yang sudah ada saat ini.

Efek Domino bagi Aset Crypto Lainnya

Fahmi juga memproyeksikan bahwa sentimen positif yang dialami Bitcoin berpotensi menciptakan efek domino bagi aset crypto lainnya.
Ethereum, misalnya, yang relatif sepi naratif dalam beberapa bulan terakhir, mulai menarik perhatian investor.

Perusahaan investasi 21Shares mengungkapkan optimismenya terhadap Ethereum dengan membandingkannya seperti Amazon di tahun 1990-an, ketika masih banyak investor yang belum menyadari nilai inovasi yang dikembangkannya.

Sentimen Bullish Menyebar ke Saham AS

Optimisme terhadap kemenangan Trump tidak hanya memengaruhi pasar crypto, tetapi juga berpotensi memicu tren bullish di pasar saham AS.

Saham Tesla yang diperdagangkan di bursa Frankfurt telah naik lebih dari 14%. Kenaikan ini didorong oleh dukungan pemegang saham terbesar Tesla, Elon Musk, terhadap kampanye Trump.

Selain itu, kebijakan perdagangan agresif yang diusung Trump serta agenda pemotongan pajak pro-bisnis turut mendukung sentimen positif terhadap saham-saham AS, khususnya saham Tesla.

Fahmi menambahkan, “Sentimen di Wall Street secara keseluruhan mencerminkan optimisme bahwa pasar saham AS akan menguat menjelang akhir tahun. Hal ini didukung oleh kebijakan The Fed yang akomodatif dan kondisi fundamental ekonomi AS yang kuat.

Dengan kemenangan Trump, aset crypto dan saham AS semakin menarik sebagai instrumen investasi global,” bebernya.

Peluang bagi Investor di Tengah Siklus Pasar Kondusif

Kondisi pasar saat ini dianggap sebagai salah satu situasi paling kondusif dalam siklus investasi. Menurut Fahmi, investor dapat memanfaatkan momentum ini untuk menempatkan aset crypto dan saham AS dalam portofolio mereka guna menangkap peluang pertumbuhan yang ada.

Baca Juga: Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa saat Trump Klaim Kemenangan Pilpres AS

“Meskipun masih mungkin terjadi dinamika yang dapat memberikan tekanan bagi aset crypto dan saham AS, rasio risk/reward yang ada saat ini cukup menguntungkan investor. Namun, tetap perlu pemantauan lebih lanjut untuk mengantisipasi pergerakan harga, karena meski pasar secara umum bullish, tidak semua aset pasti terapresiasi,”jelasFahmi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Pemerintahan Trump Rilis...
Pemerintahan Trump Rilis Video Asli UFO yang Telah Terverifikasi
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Pamer Kekuatan Nuklir dari Luar Angkasa
Kiamat Gawai China di...
Kiamat Gawai China di AS! Trump Siap Cekik Total Huawei, ZTE, hingga Router Wi-Fi
Perang Berkecamuk, Harga...
Perang Berkecamuk, Harga Bitcoin Mengamuk Tembus Rp1,1 Miliar
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Rekomendasi
Hasil Prancis vs Senegal:...
Hasil Prancis vs Senegal: Skor 3-1, Dendam 2002 Lunas
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Infografis
Ketakutan Resesi AS,...
Ketakutan Resesi AS, Harga Emas ke Rekor Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved