Mengapa Manusia Belum Kembali ke Bulan?

Selasa, 29 Oktober 2024 - 17:00 WIB
loading...
Mengapa Manusia Belum...
Program Artemis NASA dan keterlibatan sektor swasta memberikan harapan bahwa manusia akan kembali menginjakkan kaki di bulan dalam waktu dekat. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Manusia terakhir kali menginjakkan kaki di bulan pada 1972 melalui misi Apollo 17, meninggalkan jejak sejarah yang hingga kini belum terulang.

Meski teknologi sudah jauh lebih maju, masih ada sejumlah alasan rumit yang membuat manusia belum kembali ke permukaan bulan. Apa saja?

1. Biaya yang Sangat Mahal

Misi ke bulan membutuhkan biaya yang sangat besar. Program Apollo NASA pada 1960-an menghabiskan sekitar USD 25,4 miliar (setara dengan USD 280 miliar atau sekitar Rp 4.400 triliun di 2024).

2. Pergeseran Prioritas Politik dan Ekonomi

Setelah Perang Dingin berakhir, persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet mereda. Prioritas politik dan ekonomi bergeser, dan dukungan publik untuk misi bulan berkurang.

3. Fokus pada Misi Luar Angkasa Lainnya

NASA dan badan antariksa lainnya mengalihkan fokus ke misi luar angkasa lainnya, seperti eksplorasi Mars, pembangunan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), dan penelitian asteroid.

4. Tantangan Teknis

Misi berawak ke bulan memiliki tantangan teknis yang signifikan, termasuk perlindungan radiasi, pengembangan sistem pendukung kehidupan, dan pendaratan yang aman.

Meskipun manusia belum pernah kembali ke bulan sejak 1972, ada beberapa perkembangan terbaru yang menjanjikan:

- Program Artemis NASA: NASA sedang mengembangkan program Artemis yang bertujuan untuk mendaratkan astronot di bulan pada 2025. Misi Artemis I yang tidak berawak telah berhasil diluncurkan pada November 2022, dan Artemis II yang berawak direncanakan pada tahun 2024.

- Keterlibatan Sektor Swasta: Perusahaan swasta seperti SpaceX juga berkontribusi dalam pengembangan teknologi luar angkasa dan berencana untuk mengirimkan misi berawak ke bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Ternyata Bawa iPhone 17 Pro Max ke Bulan
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Berhasil Ungkap Sisi Tergelap Bulan
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Bulan Sejajar Terjadi...
Bulan Sejajar Terjadi Tepat di Atas Kakbah, Fenomena Ini Jadi Kalibrasi Arah Kiblat
Bulan Semakin Menjauh...
Bulan Semakin Menjauh dari Bumi Ini yang Terjadi pada Waktu dalam Sehari
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Gerhana Bulan Total...
Gerhana Bulan Total Hari Ini, Catat Waktunya!
Puncak Gerhana Bulan...
Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB, Bisa Diamati secara Langsung!
Rekomendasi
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved