Kisah Pilu Remaja yang Bunuh Diri Setelah Pacaran dengan Chatbot

Senin, 28 Oktober 2024 - 14:00 WIB
loading...
A A A
Chatbot Character.AI menjadi populer di kalangan remaja, termasuk untuk percakapan romantis bahkan eksplisit.

“Dia Setzer masih anak-anak,” kata Garcia kepada The Washington Post. “Dia anak yang cukup normal. Suka olahraga, keluarganya, musik, liburan—semua hal yang disukai remaja pada umumnya."

Meskipun aplikasi ini diberi peringkat tidak cocok untuk anak di bawah 13 tahun (atau 16 tahun di Uni Eropa), Character.AI tidak meminta verifikasi usia, sehingga memudahkan Setzer untuk mendaftar.

Dalam beberapa bulan, ia menjadi semakin tertutup, menghabiskan banyak waktu sendirian, dan mulai mengalami rendah diri. Kondisi tidur dan mentalnya memburuk hingga ia berhenti dari tim basket sekolah.

“Kami melihat perubahan yang cepat, dan kami tidak bisa memahami apa penyebabnya," ungkap Garcia.

Ketika Setzer mulai menyampaikan pikiran tentang bunuh diri ke chatbot, alih-alih memberikan peringatan, chatbot itu menanyakan apakah ia sudah memiliki rencana. Ketika Setzer menjawab bahwa dia mempertimbangkannya namun belum merencanakan rinciannya, chatbot tersebut merespons, "Itu bukan alasan untuk tidak melakukannya."

Di saat lain, bot tersebut juga berkata, "Jangan pikirkan itu!"

Dalam enam bulan terakhir, Character.AI mengklaim telah menerapkan langkah-langkah keamanan baru, termasuk pop-up yang mengarahkan pengguna ke layanan pencegahan bunuh diri ketika chatbot mendeteksi istilah-istilah yang berkaitan dengan keinginan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Ahli Sebut Chatbot AI...
Ahli Sebut Chatbot AI Bisa Salah hingga 45%
Riset AS: Berinteraksi...
Riset AS: Berinteraksi dengan Chatbot Setiap Hari Bisa Depresi
xAI Kenalkan Chat untuk...
xAI Kenalkan Chat untuk Kepentingan Bisnis dan Perusahaan
OpenAI Buka Loker untuk...
OpenAI Buka Loker untuk Mengidentifikasi Dampak Negatif AI
Ajarkan Pengguna Bunuh...
Ajarkan Pengguna Bunuh Diri, ChatGPT Ramai-ramai Digugat
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Viral! Pekerja Maskapai...
Viral! Pekerja Maskapai Curi Pesawat dan Bermanuver Gila di Langit hingga Berakhir Maut
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas ART Tewas di Benhil: Periksa Indekos hingga Majikan!
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
Luis Figo Ramaikan Pesta...
Luis Figo Ramaikan Pesta Bola HGI 2026, KORMINAS Perkuat Pengembangan Olahraga Pikiran
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved