Microsoft Tuding Rusia dan China Melakukan Serangan Siber Besar-besaran
Senin, 21 Oktober 2024 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
Bagi negara seperti Rusia, China, Iran, dan Korea Utara, yang memiliki hubungan dengan kelompok peretasan, bekerja sama dengan penjahat siber menawarkan perpaduan antara kenyamanan dan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Pemerintah bisa meningkatkan volume dan efektivitas aktivitas dunia maya tanpa biaya tambahan. Bagi para kriminal, hal ini menawarkan jalan baru untuk mendapat keuntungan dan janji perlindungan pemerintah.
“Kami melihat, pada masing-masing negara ini, tren untuk menggabungkan aktivitas negara-bangsa dan kejahatan siber,” kata Tom Burt, wakil presiden keamanan dan kepercayaan pelanggan Microsoft seperti dilansir dari The Sun.
Sejauh ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Rusia, China, atau Iran saling berbagi sumber daya, atau bekerja sama dengan jaringan kriminal yang sama, kata Burt.
Namun, dia mengatakan bahwa penggunaan “tentara bayaran” siber yang terus meningkat menunjukkan seberapa jauh musuh-musuh Amerika akan mempersenjatai internet.
Pemerintah bisa meningkatkan volume dan efektivitas aktivitas dunia maya tanpa biaya tambahan. Bagi para kriminal, hal ini menawarkan jalan baru untuk mendapat keuntungan dan janji perlindungan pemerintah.
“Kami melihat, pada masing-masing negara ini, tren untuk menggabungkan aktivitas negara-bangsa dan kejahatan siber,” kata Tom Burt, wakil presiden keamanan dan kepercayaan pelanggan Microsoft seperti dilansir dari The Sun.
Sejauh ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Rusia, China, atau Iran saling berbagi sumber daya, atau bekerja sama dengan jaringan kriminal yang sama, kata Burt.
Namun, dia mengatakan bahwa penggunaan “tentara bayaran” siber yang terus meningkat menunjukkan seberapa jauh musuh-musuh Amerika akan mempersenjatai internet.
(wbs)
Lihat Juga :