Bumi Resmi Memiliki Dua Bulan

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 15:35 WIB
loading...
Bumi Resmi Memiliki...
Bulan kedua bumi baru dapat diamati menggunakan teleskop khusus. Foto/Earth.com
A A A
JAKARTA - Bumi kini resmi memiliki dua bulan . Yaitu bulan yang bisa kita lihat dengan mata telanjang dan satu lagi, asteroid 2024 PT5 yang mengikuti orbit bumi. Meski tak bisa dilihat dengan mata telanjang namun kehadiran bulan kedua ini nyata.

Bulan kedua bumi baru dapat diamati menggunakan teleskop dengan diameter minimal 30 inci ditambah detektor CCD atau CMOS. Teleskop 30 inci saja dan mata manusia di belakangnya tidak akan cukup untuk melihatnya karena ukurannya terlalu kecil dan redup.

Sebagai ilustrasi, Bulan berdiameter sekitar 2.159 mil. Sementara, asteroid 2024 PT5 hanya selebar 11 meter. Singkat kata, Bulan lebih dari 300.000 kali lebih lebar dari asteroid kecil ini.

Earth.com melansir, Sabtu (5/10/2024) bulan kedua bumi ini hanya bersifat sementara. Asteroid 2024 PT5 pertama kali ditangkap oleh Bumi pada 29 September dan mengubahnya menjadi mini-bulan sementara. Diperkirakan mini-bulan ini akan mengorbit Bumi hingga 25 November 2024 mendatang lalu melanjutkan perjalanannya.

Baca Juga: Bulan Terdeteksi Semakin Menjauh dari Bumi

Peristiwa menarik ini pertama kali ditemukan oleh astronom dari Complutense University of Madrid. Richard Binzel, astronom di Massachusetts Institute of Technology (MIT), berbagi beberapa wawasan tentang pengunjung langit ini.

"Ini sering terjadi, tetapi kita jarang melihatnya karena mereka sangat kecil dan sangat sulit dideteksi. Baru belakangan ini kemampuan survei kita mencapai titik di mana kita dapat menemukan mereka secara rutin," kata Binzel.

Apa Itu Mini-Bulan?


Mini-bulan seperti 2024 PT5 adalah asteroid kecil yang ditangkap gravitasi Bumi sebentar, memungkinkan mereka mengorbit planet kita sebelum melanjutkan perjalanan. Batu-batu kecil ini biasanya berkeliling matahari seperti asteroid lainnya, tetapi ketika mereka cukup dekat dengan Bumi, tarikan gravitasi dapat menarik mereka ke orbit sementara.

Baca Juga: Waktu di Bulan Berjalan Lebih Cepat Dibandingkan Bumi

Mereka tidak bertahan lama, hanya selama beberapa minggu atau bulan, sebelum lepas bebas dan melanjutkan perjalanan mengelilingi matahari.

Asteroid 2024 PT5 adalah bagian dari sabuk asteroid Arjuna - sekelompok batuan ruang angkasa yang mengikuti orbit mirip dengan Bumi, sekitar 93 juta mil dari matahari. Beberapa objek sabuk asteroid Arjuna dapat mendekati Bumi pada jarak dekat sekitar 2,8 juta mil dan dengan kecepatan yang relatif rendah di bawah 2.200 mil per jam.

"Asteroid 2024 PT5 tidak akan menggambarkan orbit penuh di Bumi. Bisa dikatakan satelit sejati seperti pelanggan yang membeli barang di dalam toko, sementara objek seperti 2024 PT5 adalah window shopper," kata Carlos de la Fuente Marcos, profesor dan pakar mini-bulan dari Complutense University.

Meskipun mungkin terdengar luar biasa bagi Bumi mendapatkan bulan kedua, penangkapan gravitasi semacam ini ternyata fenomena biasa. Para ilmuwan telah mendokumentasikan dua penangkapan singkat sebelumnya, yang berlangsung sekitar seminggu dan diperkirakan terjadi beberapa kali per dekade. Ada juga dua peristiwa penangkapan panjang yang lebih jarang.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Ternyata Bawa iPhone 17 Pro Max ke Bulan
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Berhasil Ungkap Sisi Tergelap Bulan
Bulan Sejajar Terjadi...
Bulan Sejajar Terjadi Tepat di Atas Kakbah, Fenomena Ini Jadi Kalibrasi Arah Kiblat
Bulan Semakin Menjauh...
Bulan Semakin Menjauh dari Bumi Ini yang Terjadi pada Waktu dalam Sehari
Elon Musk Siap Bangun...
Elon Musk Siap Bangun Kota di Bulan dan Mars
Mengapa Manusia Tak...
Mengapa Manusia Tak ke Bulan Lagi setelah Lebih dari 50 Tahun? Ini Jawabannya
Elon Musk Berencana...
Elon Musk Berencana Bangun Kota di Bulan yang Tumbuh Sendiri
Selamat Tinggal 24 Jam...
Selamat Tinggal 24 Jam Sehari? Penghuni Bumi akan Mengalami 25 Jam Sehari
Rekomendasi
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Berita Terkini
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Infografis
6 Negara yang Memiliki...
6 Negara yang Memiliki Angkatan Udara Terkuat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved