Samsung Gelar PHK Massal, 30% Karyawan Global Terancam

Sabtu, 21 September 2024 - 09:40 WIB
loading...
Samsung Gelar PHK Massal,...
Raksasa teknologi Samsung akan melakukan perampingan perusahaan. Foto: Reuters
A A A
JAKARTA - Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang akan berdampak pada hingga 30% karyawannya di beberapa divisi di seluruh dunia.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan yang semakin meningkat pada unit-unit bisnis utama Samsung dan perlambatan ekonomi global.

PHK Menyasar Divisi Penjualan, Pemasaran, dan Administrasi

Menurut sumber internal yang dilansir Reuters, Samsung telah menginstruksikan anak perusahaan di seluruh dunia untuk memangkas jumlah staf di divisi penjualan dan pemasaran sekitar 15%, sementara staf administrasi akan dikurangi hingga 30%.

Samsung memperkerjakan total 267,800 orang di akhir 2023. Lebih dari setengahnya di luar Korea, yakni 147.000 orang. Mayoritas staff ada di unit manufaktur dan pengembangan. Sementara sales dan marketing sekitar 25.100 orang dan area lain di 27.800 orang.

Rencana PHK ini diperkirakan akan selesai pada akhir 2024 dan akan berdampak pada karyawan di Amerika, Eropa, Asia, dan Afrika.

Pernyataan Resmi Samsung

Dalam sebuah pernyataan resmi, Samsung menyatakan bahwa penyesuaian tenaga kerja di beberapa operasi luar negeri adalah hal yang rutin dan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi. Perusahaan juga menekankan bahwa tidak ada target spesifik untuk rencana PHK ini dan staf produksi tidak akan terdampak.

Tantangan yang Dihadapi Samsung

PHK ini terjadi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Samsung. Bisnis chip mereka mengalami pemulihan yang lebih lambat dibandingkan pesaingnya setelah mengalami penurunan tajam tahun lalu. Di pasar smartphone premium, Samsung menghadapi persaingan ketat dari Apple dan Huawei di China.

Selain itu, di India, yang menyumbang sekitar USD12 miliar pendapatan tahunan bagi Samsung, terjadi aksi mogok kerja yang mengganggu produksi. Samsung memperkerjakan 25.000 orang di India.

Antisipasi Perlambatan Ekonomi Global

Salah satu sumber internal mengungkapkan bahwa PHK ini dilakukan sebagai persiapan untuk menghadapi perlambatan permintaan produk teknologi seiring dengan melambatnya ekonomi global. Samsung juga berupaya meningkatkan laba bersihnya dengan menghemat biaya.

Baca Juga: Xiaomi Geser Apple dan Samsung: Bukan Lagi Pemain Kedua di Pasar Smartphone Global!

Dampak di Korea Selatan

Belum jelas apakah Samsung juga akan melakukan PHK di kantor pusatnya di Korea Selatan. Namun, salah satu sumber menyebutkan bahwa PHK di Korea Selatan akan sulit dilakukan karena merupakan isu yang sensitif secara politik.

Samsung Group, konglomerat yang menaungi Samsung Electronics, adalah perusahaan terbesar di Korea Selatan dan memiliki peran penting dalam perekonomian negaratersebut.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Samsung Akui Tak Berdaya...
Samsung Akui Tak Berdaya Hadapi Gempuran Produk China
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Rekomendasi
Mayoritas Motor Listrik...
Mayoritas Motor Listrik Honda Akan Segera Diproduksi di Vietnam
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Piala Dunia 2026 Bikin...
Piala Dunia 2026 Bikin FIFA Tajir, Lebih dari Rp136 Triliun Masuk Kantong
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Infografis
450 Karyawan Tokopedia...
450 Karyawan Tokopedia di Indonesia Akan di-PHK oleh ByteDance
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved