Lubang Misterius Terlihat di Google Maps, Diduga Bekas Meteor Kuno
Rabu, 11 September 2024 - 22:03 WIB
loading...
Lubang misterius yang ditemukan berdiameter 15 kilometer. Foto/CBC
A
A
A
JAKARTA - Seorang pria Kanada menemukan lubang misterius di permukaan Bumi saat melihat Google Maps. Setelah penyelidikan terhadap lubang ini ternyata itu kawah besar yang terbentuk oleh meteor kuno.
Awalnya Joel Lapointe sedang memeriksa lokasi-lokasi dekat wilayah Côte-Nord Quebec di Google Maps karena dia berencana untuk berkemah. Terlihat sebuah lubang yang mencurigakan berdiameter 15 kilometer.
Namun, cara lubang melengkung tampak tidak wajar bagi pria tersebut. Lapointe kemudian melihat cincin pegunungan yang berdiameter sekitar delapan kilometer dan mengelilingi Danau Marsal terdekat.
Dia melaporkan temuannya kepada peneliti ahli dan ahli geofisika Prancis Pierre Rochette. Hasilnya, lubang tersebut kemungkinan merupakan tempat jatuhnya meteor kuno.
"Melihat topografinya, ini sangat sugestif dari dampak," kata Rochette dilansir dari Wionews, Rabu (11/9/2024).
Baca Juga: Bikin Kaya Dadakan, Batu Meteor Diburu
Ahli geofisika menguji sampel material yang ditemukan di lubang tersebut dan menemukan bahwa zirkon - mineral yang mempertahankan kerusakan mikroskopis disebabkan oleh dampak meteor.
Awalnya Joel Lapointe sedang memeriksa lokasi-lokasi dekat wilayah Côte-Nord Quebec di Google Maps karena dia berencana untuk berkemah. Terlihat sebuah lubang yang mencurigakan berdiameter 15 kilometer.
Namun, cara lubang melengkung tampak tidak wajar bagi pria tersebut. Lapointe kemudian melihat cincin pegunungan yang berdiameter sekitar delapan kilometer dan mengelilingi Danau Marsal terdekat.
Dia melaporkan temuannya kepada peneliti ahli dan ahli geofisika Prancis Pierre Rochette. Hasilnya, lubang tersebut kemungkinan merupakan tempat jatuhnya meteor kuno.
"Melihat topografinya, ini sangat sugestif dari dampak," kata Rochette dilansir dari Wionews, Rabu (11/9/2024).
Baca Juga: Bikin Kaya Dadakan, Batu Meteor Diburu
Ahli geofisika menguji sampel material yang ditemukan di lubang tersebut dan menemukan bahwa zirkon - mineral yang mempertahankan kerusakan mikroskopis disebabkan oleh dampak meteor.
Lihat Juga :