Orang Indonesia Paling Mager di Dunia, hanya Berjalan 3.500 Langkah per Hari
Sabtu, 31 Agustus 2024 - 08:30 WIB
loading...
Gaya hidup termager berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental. Foto/Womenshealthmag
A
A
A
JAKARTA - Gaya hidup orang Indonesia termager alias kurang punya aktivitas fisik di dunia. Terdapat beberapa cara dan alat untuk merangsang aktivitas secara efektif.
Penelitian dari Universitas Stanford menunjukkan orang Indonesia hanya berjalan rata-rata 3.500 langkah per hari , jauh di bawah rata-rata global yang mencapai 5.000 langkah. Gaya hidup termager berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental, termasuk peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta masalah mental seperti stress, kecemasan, dan depresi.
Penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik, bahkan dalam bentuk sederhana seperti berjalan kaki, dapat merangsang produksi endorfin, hormon yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan perasaan bahagia.
"Kami percaya bahwa teknologi seharusnya memudahkan hidup sehat," ujar Senior Marcom Manager Garmin Indonesia Chandrawidhi Desideriani, dilansir dari siaran pers, Sabtu(31/8/2024).
Baca Juga:6 Kebiasaan Merusak Imunitas, Merokok hingga Mager
Wearable tech Garmin memiliki analisa kesehatan dan kebugaran berbasis ilmiah serta saran harian yang membantu pengguna tetap termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan aktif. Fitur-fitur canggih pada Venu 3 Series dan vĂvoactive 5 menawarkan solusi praktis untuk hidup lebih sehat.
Body Battery Energy Monitoring juga membantu pengguna mengetahui kapan tubuh siap beraktivitas atau perlu istirahat, sementara Sleep Score & Sleep Coach memberikan panduan untuk meningkatkan kualitas tidur.
Penelitian dari Universitas Stanford menunjukkan orang Indonesia hanya berjalan rata-rata 3.500 langkah per hari , jauh di bawah rata-rata global yang mencapai 5.000 langkah. Gaya hidup termager berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental, termasuk peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta masalah mental seperti stress, kecemasan, dan depresi.
Penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik, bahkan dalam bentuk sederhana seperti berjalan kaki, dapat merangsang produksi endorfin, hormon yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan perasaan bahagia.
"Kami percaya bahwa teknologi seharusnya memudahkan hidup sehat," ujar Senior Marcom Manager Garmin Indonesia Chandrawidhi Desideriani, dilansir dari siaran pers, Sabtu(31/8/2024).
Baca Juga:6 Kebiasaan Merusak Imunitas, Merokok hingga Mager
Wearable tech Garmin memiliki analisa kesehatan dan kebugaran berbasis ilmiah serta saran harian yang membantu pengguna tetap termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan aktif. Fitur-fitur canggih pada Venu 3 Series dan vĂvoactive 5 menawarkan solusi praktis untuk hidup lebih sehat.
Body Battery Energy Monitoring juga membantu pengguna mengetahui kapan tubuh siap beraktivitas atau perlu istirahat, sementara Sleep Score & Sleep Coach memberikan panduan untuk meningkatkan kualitas tidur.
Lihat Juga :