Kekuatan Gletser Kiamat Lebih Menakutkan dari Gempa Megathrust
Selasa, 27 Agustus 2024 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti telah melaporkan kondisi terkini pencairan Gletser Kiamat pada 9 Juni 2022 di jurnal Nature Geoscience. “Tingkat pencairan es yang meningkat saat ini mungkin menandakan bahwa arteri vital dari jantung Lapisan Es Antartika Barat telah pecah,” kata Dylan Rood, ilmuwan Bumi di Imperial College London seperti dilansir dari Live Science.
Sebuah studi baru tentang kekuatan gletser ini menunjukkan bahwa salah satu risiko terbesar, yaitu ketidakstabilan es tebing laut (Marine Ice Cliff Instability – MICI), mungkin tidak menjadi perhatian sepanjang abad ke-21.
Profesor Mathieu Morlighem menulis di The Conversation bahwa ketika rak es runtuh, hal itu akan memaparkan tebing es yang tinggi, dan semakin tinggi tebing tersebut, semakin sulit bagi mereka untuk tetap stabil.
Untungnya, studi baru ini menunjukkan bahwa gletser ini ‘akan tetap cukup stabil setidaknya hingga tahun 2100’, dan ketika mereka mensimulasikan kemungkinan runtuh dalam 50 tahun ke depan, tebing-tebing tersebut tidak akan cukup tinggi untuk runtuh dengan cepat.
Profesor Morlighem mengatakan kepada mereka bahwa meskipun gletser dan lapisan es masih mengalami kemunduran, hal ini tidak akan terjadi ‘secepat yang diperkirakan oleh salah satu skenario’.
Sebuah studi baru tentang kekuatan gletser ini menunjukkan bahwa salah satu risiko terbesar, yaitu ketidakstabilan es tebing laut (Marine Ice Cliff Instability – MICI), mungkin tidak menjadi perhatian sepanjang abad ke-21.
Profesor Mathieu Morlighem menulis di The Conversation bahwa ketika rak es runtuh, hal itu akan memaparkan tebing es yang tinggi, dan semakin tinggi tebing tersebut, semakin sulit bagi mereka untuk tetap stabil.
Untungnya, studi baru ini menunjukkan bahwa gletser ini ‘akan tetap cukup stabil setidaknya hingga tahun 2100’, dan ketika mereka mensimulasikan kemungkinan runtuh dalam 50 tahun ke depan, tebing-tebing tersebut tidak akan cukup tinggi untuk runtuh dengan cepat.
Profesor Morlighem mengatakan kepada mereka bahwa meskipun gletser dan lapisan es masih mengalami kemunduran, hal ini tidak akan terjadi ‘secepat yang diperkirakan oleh salah satu skenario’.
Lihat Juga :