Spesifikasi Roket Fatah II Pakistan, Mampu Hancurkan Target Sejauh 400 Km
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Army Recognition, Jumat (16/8/2024) mencatat, varian domestik roket ini memiliki jangkauan hingga 400 Km. Sementara versi ekspor ditawarkan dengan jangkauan 290 Km.
Sistem peluncur roket Fatah-II juga memiliki kemampuan mumpuni. Ia mampu mengirimkan hulu ledak ledakan tunggal atau ledakan fragmentasi dengan berat 365 Kg dengan kesalahan melingkar yang mungkin kurang dari 50 meter pada jarak 100 hingga 290 kilometer. Setiap kendaraan peluncur ganda (MLV) mampu membawa dua roket, menekankan fleksibilitas operasional dan kekuatan serangan sistem.
Sebelum dipamerkan, roket Fatah-II Pakistan telah lolos uji tembak pada 23 Desember 2023. Rudal ini, berbeda dari sistem peluncur Fatah-I dan seri rudal balistik jarak pendek Nasr, menunjukkan perluasan strategis gudang senjata roket berpemandu Pakistan.
Baca Juga: Evolusi Roket India: Peluncuran Satelit Pertama Hingga Roket Swasta yang Menembus Atmosfer
Menariknya lagi, Fatah-II memiliki sistem sel kembar yang lebih mumpuni ketimbang sistem peluncur delapan sel Fatah-I dan tidak memiliki sirip pada ujung hidung, menunjukkan kemajuan desain yang signifikan.
Sistem peluncur roket Fatah-II juga memiliki kemampuan mumpuni. Ia mampu mengirimkan hulu ledak ledakan tunggal atau ledakan fragmentasi dengan berat 365 Kg dengan kesalahan melingkar yang mungkin kurang dari 50 meter pada jarak 100 hingga 290 kilometer. Setiap kendaraan peluncur ganda (MLV) mampu membawa dua roket, menekankan fleksibilitas operasional dan kekuatan serangan sistem.
Sebelum dipamerkan, roket Fatah-II Pakistan telah lolos uji tembak pada 23 Desember 2023. Rudal ini, berbeda dari sistem peluncur Fatah-I dan seri rudal balistik jarak pendek Nasr, menunjukkan perluasan strategis gudang senjata roket berpemandu Pakistan.
Baca Juga: Evolusi Roket India: Peluncuran Satelit Pertama Hingga Roket Swasta yang Menembus Atmosfer
Menariknya lagi, Fatah-II memiliki sistem sel kembar yang lebih mumpuni ketimbang sistem peluncur delapan sel Fatah-I dan tidak memiliki sirip pada ujung hidung, menunjukkan kemajuan desain yang signifikan.
Lihat Juga :