5 Fakta Menarik Manusia Hobbit yang Ditemukan di Indonesia

Senin, 12 Agustus 2024 - 08:12 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Bukan Mitos, Tulang Manusia Hobbit Ditemukan di Indonesia

3. Manusia hobbit hidup dengan manusia modern


Manusia Hobbit kemungkinan besar tidak hidup berdampingan dengan manusia modern, dan jika mereka melakukannya, tidak lama. Penelitian awal menunjukkan manusia hobbit menghuni gua tersebut antara sekitar 12.000 dan 95.000 tahun lalu, yang akan berarti dua garis keturunan manusia hidup berdampingan, mengingat manusia tiba di Flores sekitar 47.000 tahun lalu.

Namun, studi tahun 2016 di jurnal Nature menganalisis sedimen dan fosil di dalam gua Liang Bua dan menemukan bukti bahwa hobbits menghilang dari pulau itu lebih awal, sekitar 50.000 tahun yang lalu.

4. Apakah Homo floresiensis spesies terpisah?


Hobbit kemungkinan besar merupakan spesies yang terpisah. Namun beberapa ilmuwan berpendapat mereka adalah manusia modern dengan mikrosefali, kondisi patologis yang ditandai dengan kepala kecil (hobbit diperkirakan memiliki otak sekitar sepertiga ukuran otak manusia modern), postur pendek, dan gangguan intelektual.

Setelah membandingkan dimensi otak yang didapat dari cetakan internal tengkorak manusia sehat dan mereka yang memiliki mikrosefali, dengan dimensi otak H. floresiensis yang diperkirakan, para ilmuwan menentukan fitur hobbits lebih mendekati fitur manusia modern ketimbang orang dengan mikrosefali, menurut studi tahun 2007 di jurnal PNAS.

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2013 di jurnal Proceedings of the Royal Society B mengungkapkan H. floresiensis memiliki otak berukuran sekitar 426 sentimeter kubik atau sekitar sepertiga ukuran otak manusia modern, yang memiliki volume rata-rata sekitar 1.300 sentimeter kubik.

Temuan ini menunjukkan H. floresiensis mungkin merupakan keturunan dari H. erectus, karena spesimen H. erectus dari Jawa memiliki otak berukuran sekitar 860 sentimeter kubik. Sebagai alternatif, hobbit mungkin berevolusi dari H. habilis, yang otaknya hanya sekitar 600 sentimeter kubik.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada 2015 di Proceedings of the Royal Society B, Collard dan rekan-rekannya menyusun dataset yang berisi 380 fitur tengkorak dan gigi dari 20 spesies hominin yang dikenal. Setelah menganalisis dan membandingkan fitur-fitur ini menggunakan model statistik, mereka menyimpulkan bahwa H. floresiensis memang merupakan spesies yang berbeda dan bukan sekadar manusia bertubuh kecil atau mengalami deformasi.

Lebih lanjut, analisis menunjukkan bahwa hobbit adalah keturunan dari hominin bertubuh kecil pra-H. erectus yang bermigrasi keluar dari Afrika dan ke Asia Tenggara.

5. Mengapa Tubuh Manusia Hobbit Kecil


Pada tahun 2024, para arkeolog menemukan gigi berusia 700.000 tahun dan tulang lengan atas parsial di situs Manta Menge. Analisis fosil mengungkapkan H. floresiensis berdiri 6 cm lebih pendek dari yang diperkirakan sebelumnya. Humerus tersebut mungkin adalah yang terkecil yang pernah dilaporkan dari orang dewasa.

Para peneliti dalam studi tersebut menduga bahwa manusia kecil ini mungkin berevolusi menjadi lebih pendek karena lingkungan pulau. Pulau-pulau biasanya kekurangan predator besar, sehingga menjadi besar tidak begitu menguntungkan. Sementara itu, tumbuh lebih besar membutuhkan lebih banyak makanan dan waktu untuk berkembang. Jadi, seleksi alam mungkin telah secara bertahap mengecilkan ukuran manusia hobbit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
Indonesia Posisi Kedua...
Indonesia Posisi Kedua Negara yang Paling Mudah Dibodoh-bodohi
Segel Tanah Liat Kuno...
Segel Tanah Liat Kuno Ditemukan di Reruntuhan Kota Bairen
Benda Berusia 40.000...
Benda Berusia 40.000 Tahun Ungkap Asal-usul Tulisan Lebih Awal dari yang Diperkirakan
Srikandi, Tempat Sampah...
Srikandi, Tempat Sampah AI Canggih yang Mengubah Cara Memilah Sampah
Mengapa Manusia Purba...
Mengapa Manusia Purba Neanderthal Suka Mengumpulkan Tengkorak Bertanduk?
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Rekomendasi
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
Berita Terkini
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Robot Humanoid Cetak...
Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved