Ancam Nyawa Manusia, Populasi Buaya di Australia Diminta Dikurangi

Minggu, 11 Agustus 2024 - 17:42 WIB
loading...
Ancam Nyawa Manusia,...
Populasi Buaya di Australia. FOTO/ DAILY
A A A
SIDNEY - Pemerintah Australia minta populasi buaya di Wilayah Utara Australia harus dipertahankan atau dikurangi dan tidak boleh melebihi populasi manusia.

BACA JUGA - Viral, Buaya Memakan Buaya Secara Utuh

Populasi buaya telah melonjak di wilayah tropis Australia bagian utara sejak buaya tersebut menjadi spesies yang dilindungi berdasarkan undang-undang Australia pada tahun 1970-an, meningkat dari 3.000 ekor ketika perburuan dilarang menjadi 100.000 ekor saat ini. Northern Territory berpenduduk lebih dari 250.000 orang.

Kematian gadis tersebut terjadi beberapa pekan setelah wilayah tersebut menyetujui rencana 10 tahun pengelolaan buaya, yang mengizinkan pemusnahan reptil di tempat-tempat berenang yang populer, namun tidak dapat dilakukan lagi pemusnahan massal.

Buaya dianggap sebagai ancaman di sebagian besar perairan di Northern Territory, namun wisata dan peternakan buaya merupakan pendorong ekonomi utama.

“Kita tidak bisa membiarkan populasi buaya melebihi populasi manusia di Northern Territory. Kita perlu mengendalikan jumlah buaya kita.” kata Ketua Menteri, Eva Lawler seperti dilansir dari ABC News.

Dalam serangan mematikan pekan ini, gadis tersebut menghilang saat berenang di sungai dekat komunitas Pribumi Palumpa, di barat daya ibu kota wilayah tersebut, Darwin. Setelah pencarian intensif, jenazahnya ditemukan di aliran sungai di mana dia menghilang dengan luka-luka yang mengkonfirmasi adanya serangan buaya.

Northern Territory mencatat kematian 15 orang dalam serangan buaya antara tahun 2005 dan 2014, dan dua lagi pada tahun 2018. Karena buaya air asin dapat hidup hingga 70 tahun dan tumbuh sepanjang hidup mereka – panjangnya mencapai tujuh meter (23 kaki) – maka proporsi buaya besar juga meningkat.

Kematian gadis tersebut “mengirimkan pesan bahwa Wilayah ini tidak aman dan selain masalah hukum dan ketertiban serta kejahatan, yang tidak kita perlukan adalah berita utama yang lebih buruk,” katanya.

Profesor Grahame Webb, seorang ilmuwan buaya terkemuka di Australia, mengatakan kepada AuBC bahwa diperlukan lebih banyak pendidikan masyarakat dan pemerintah harus mendanai kelompok penjaga hutan Pribumi dan melakukan penelitian tentang pergerakan buaya.

“Jika kita tidak tahu apa yang mungkin dilakukan buaya, kita akan tetap menghadapi masalah yang sama,” katanya. “Pemusnahan tidak akan menyelesaikan masalah.”

Upaya terus dilakukan untuk menjebak buaya yang menyerang gadis itu, kata polisi pada Kamis. Buaya air asin bersifat teritorial dan pelakunya kemungkinan besar akan tetap berada di perairan terdekat
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Takut Dijadikan Senjata...
Takut Dijadikan Senjata Musuh, Israel Tembak Mati Ratusan Buaya
Fosil Berusia 55 Juta...
Fosil Berusia 55 Juta Tahun Ungkap Rahasia Buaya Pemanjat
Bisa Melahap Buaya Utuh,...
Bisa Melahap Buaya Utuh, Spesies Cacing Baru Ditemukan
Mengapa Buaya Tidak...
Mengapa Buaya Tidak Berani Memakan Capybara? Ternyata Bukan Karena Takut
Fungsi dan Cara Kerja...
Fungsi dan Cara Kerja Selaput Mata Buaya, Rahasia Unik Sang Predator
Apakah Buaya Hewan yang...
Apakah Buaya Hewan yang Setia? Ini Faktanya yang Mengejutkan
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Makin Brutal, Israel...
Makin Brutal, Israel Berencana Bangun Penjara yang Dikelilingi Buaya
Menteri Israel Usul...
Menteri Israel Usul Tahanan Palestina Ditempatkan di Penjara yang Dikelilingi Buaya
Rekomendasi
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Berita Terkini
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Infografis
Kebakaran Baru di Los...
Kebakaran Baru di Los Angeles, Trump Justru Ancam Hentikan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved