Teori Perkawinan Ganda, Ilmuwan Ungkap Motif Baru Wanita Selingkuh
Rabu, 31 Juli 2024 - 23:00 WIB
loading...
Banyak wanita kini berselingkuh bukan karena dorongan materi atau kurang perhatian dari pasangan. Foto/Daily Mail
A
A
A
JAKARTA - Selingkuh tak selamanya dilakukan oleh pria. Wanita dalam situasi tertentu juga terbukti tak setia . Tak hanya berdasarkan praduga, secara blak-blakan mereka mengakuinya saat menjadi responden penelitian ilmiah.
Menariknya lagi, alasan para wanita selingkuh ternyata tak melulu soal materi. Para peneliti menemukan wanita selingkuh karena menginginkan 'gen yang baik' untuk keturunannya. Hal ini dikenal dengan teori perkawinan ganda.
Faktanya wanita cenderung mencari pasangan selingkuh yang lebih menarik untuk memperbaiki keturunannya, tetapi tetap bersama pasangan sahnya yang akan menjadi orangtua yang lebih baik. Namun, beberapa responden mengungkap alasan selingkuh karena kebosanan atau kurangnya perhatian dari pasangan.
Daily Mail, Rabu (31/7/2024) melansir, studi tentang motif wanita selingkuh ini dilakukan oleh peneliti Australia dan Inggris dengan melibatkan 254 responden heteroseksual, 116 di antaranya adalah wanita. Para peneliti meminta mereka untuk mengukur ketertarikan fisik, pribadi, dan orangtua mereka terhadap kedua pasangan.
Peserta diminta untuk memberi peringkat ketertarikan fisik dengan menyatakan: 'Dia terlihat sangat seksi,' 'Saya tidak suka penampilannya,' atau 'Dia agak jelek'.
Menariknya lagi, alasan para wanita selingkuh ternyata tak melulu soal materi. Para peneliti menemukan wanita selingkuh karena menginginkan 'gen yang baik' untuk keturunannya. Hal ini dikenal dengan teori perkawinan ganda.
Faktanya wanita cenderung mencari pasangan selingkuh yang lebih menarik untuk memperbaiki keturunannya, tetapi tetap bersama pasangan sahnya yang akan menjadi orangtua yang lebih baik. Namun, beberapa responden mengungkap alasan selingkuh karena kebosanan atau kurangnya perhatian dari pasangan.
Daily Mail, Rabu (31/7/2024) melansir, studi tentang motif wanita selingkuh ini dilakukan oleh peneliti Australia dan Inggris dengan melibatkan 254 responden heteroseksual, 116 di antaranya adalah wanita. Para peneliti meminta mereka untuk mengukur ketertarikan fisik, pribadi, dan orangtua mereka terhadap kedua pasangan.
Peserta diminta untuk memberi peringkat ketertarikan fisik dengan menyatakan: 'Dia terlihat sangat seksi,' 'Saya tidak suka penampilannya,' atau 'Dia agak jelek'.
Lihat Juga :