Catat! Ini Daerah di Indonesia yang masih Banyak Harimau
Senin, 29 Juli 2024 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Melansir berbagai sumber, Senin (29/7/2024) daerah di Indonesia yang masih banyak harimau Sumatera adalah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Aceh. "Dari 400 ekor itu tersebar di Gunung Leuser hingga Kerumutan, Rimbang Baling, Bukit Tiga Puluh sampai ke Lampung," kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno.
Ekosistem Harimau Sumatera lainnya berada diProvinsi Bengkulu, tepatnya di wilayah Kabupaten Lebong seperti di Rimbo Pengadang, Ladang Palembang, Ketenong, Bukit Resam serta Kabupaten Mukomuko.
Baca Juga: Mengapa Harimau Dinyatakan sebagai Hewan Dilindungi di Indonesia?
Di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Harimau Sumatera teridentifikasi, namuntidak pernah turun gunung. Penampakannya terlihat saat melakukan perlintasan ke arah Kabupaten Lebong. Menyempitnya wilayah ekosistem Harimau Sumatera membuat pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menjaga kesimbangan alam dan habitatnya.
Upaya ini untuk memertahankan kecukupan pakan dalam rantai makanan Harimau Sumatera yang menjadi predator puncak ini. "Mereka (satwa liar) tidak akan menggangu manusia jika tidak diganggu keluarganya, habitatnya dan rantai makanannya," ujar Wiratno.
Ekosistem Harimau Sumatera lainnya berada diProvinsi Bengkulu, tepatnya di wilayah Kabupaten Lebong seperti di Rimbo Pengadang, Ladang Palembang, Ketenong, Bukit Resam serta Kabupaten Mukomuko.
Baca Juga: Mengapa Harimau Dinyatakan sebagai Hewan Dilindungi di Indonesia?
Di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Harimau Sumatera teridentifikasi, namuntidak pernah turun gunung. Penampakannya terlihat saat melakukan perlintasan ke arah Kabupaten Lebong. Menyempitnya wilayah ekosistem Harimau Sumatera membuat pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menjaga kesimbangan alam dan habitatnya.
Upaya ini untuk memertahankan kecukupan pakan dalam rantai makanan Harimau Sumatera yang menjadi predator puncak ini. "Mereka (satwa liar) tidak akan menggangu manusia jika tidak diganggu keluarganya, habitatnya dan rantai makanannya," ujar Wiratno.
(msf)
Lihat Juga :