Melacak Macan Tutul Jawa, Indikator Keanekaragaman Satwa Liar
Jum'at, 26 Juli 2024 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Karawang Geger! Macan Tutul Jawa Tertangkap Kamera di Gunung Sanggabuana
“Ini menunjukkan interaksi antara macan tutul Jawa dan mangsanya, mengungkapkan bagaimana kelimpahan mangsa memainkan peran dalam membentuk distribusi dan perilaku predator di lingkungan alami mereka,” tulis studi tersebut dilansir Mongabay, Jumat (26/7/2024).
Para peneliti mengidentifikasi 10 spesies yang keberadaannya sangat tumpang tindih dengan macan tutul, baik dalam ruang maupun waktu. Beberapa di antaranya dianggap kandidat mangsa yang diburu oleh kucing besar ini, antara lain kijang muncak (Muntiacus muntjak), babi hutan (Sus scrofa), ayam hutan (Gallus spp.), anjing liar Asia (Cuon alpinus) dan badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).
Mengidentifikasi hewan-hewan yang diburu macan tutul Jawa dan populasinya, kata studi tersebut, pengelola konservasi dapat membuat rencana spesifik untuk melindungi dan meningkatkan populasi hewan-hewan ini, termasuk macan tutul. Lantaran ketika tidak ada cukup hewan mangsa, karnivora besar seperti macan tutul Jawa dapat menurun jumlahnya dan bahkan menghilang dari daerah tertentu.
Macan tutul Jawa terdaftar sebagai spesies terancam punah di Daftar Merah IUCN yang memperkirakan populasinya sekitar 350 ekor. Macan tutul diidentifikasi sebagai predator puncak terakhir di Jawa, setelah kepunahan harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) pada abad lalu, dan terancam oleh aktivitas manusia, termasuk perburuan, hilangnya habitat, dan penurunan mangsa.
“Ini menunjukkan interaksi antara macan tutul Jawa dan mangsanya, mengungkapkan bagaimana kelimpahan mangsa memainkan peran dalam membentuk distribusi dan perilaku predator di lingkungan alami mereka,” tulis studi tersebut dilansir Mongabay, Jumat (26/7/2024).
Para peneliti mengidentifikasi 10 spesies yang keberadaannya sangat tumpang tindih dengan macan tutul, baik dalam ruang maupun waktu. Beberapa di antaranya dianggap kandidat mangsa yang diburu oleh kucing besar ini, antara lain kijang muncak (Muntiacus muntjak), babi hutan (Sus scrofa), ayam hutan (Gallus spp.), anjing liar Asia (Cuon alpinus) dan badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).
Mengidentifikasi hewan-hewan yang diburu macan tutul Jawa dan populasinya, kata studi tersebut, pengelola konservasi dapat membuat rencana spesifik untuk melindungi dan meningkatkan populasi hewan-hewan ini, termasuk macan tutul. Lantaran ketika tidak ada cukup hewan mangsa, karnivora besar seperti macan tutul Jawa dapat menurun jumlahnya dan bahkan menghilang dari daerah tertentu.
Macan tutul Jawa terdaftar sebagai spesies terancam punah di Daftar Merah IUCN yang memperkirakan populasinya sekitar 350 ekor. Macan tutul diidentifikasi sebagai predator puncak terakhir di Jawa, setelah kepunahan harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) pada abad lalu, dan terancam oleh aktivitas manusia, termasuk perburuan, hilangnya habitat, dan penurunan mangsa.
Lihat Juga :