Mudah Dijebol Ternyata Keamanan Data Indonesia Pakai Windows Defender
Kamis, 27 Juni 2024 - 10:59 WIB
loading...
Keamanan Data Indonesia Pakai Windows Defender. FOTO/ CNET
A
A
A
JAKARTA - Kepolisian Indonesia tengah bekerja sama dengan Badan Sandi dan Siber Negara ( BSSN ).Untuk menyelidiki adanya potensi tindak pidana terkait gangguan sever pusat data nasional Kementerian Komunikasi dan Informatika.
BACA JUGA - BSSN Dukung Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
BSSN membeberkan kronologi dan dampak serangan siber dalam bentuk ransomware terbaru dengan nama Brain Chiper Ransomware yang membuat server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) down.
Juru Bicara BSSN Ariandi Putra mengatakan insiden serangan ransomware itu mulai terdeteksi sejak 17 Juni 2024 pukul 23.15 WIB. Saat itu, pihaknya mendapatkan upaya penonaktifan fitur keamanan Windows Defender yang memicu aktivitas malicious berjalan.
Windows Defender adalah perangkat lunak yang berfungsi memberikan perlindungan dari malware. Sejak Windows 8, Windows Defender merupakan bagian dari sistem operasi (pre- installed).
Perangkat lunak ini berfungsi mengidentifikasi dan menghapus virus, spyware, serta perangkat lunak berbahaya lainnya (malware). Sistem ini berhasil dilumpuhkan oleh peretas.
"Aktivitas malicious mulai terjadi pada 20 Juni 2024 pukul 00.54 WIB, di antaranya melakukan instalasi file malicious, menghapus filesystem penting, dan menonaktifkan service yang sedang berjalan," kata Ariandi dalam keterangan resminya.
BACA JUGA - BSSN Dukung Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
BSSN membeberkan kronologi dan dampak serangan siber dalam bentuk ransomware terbaru dengan nama Brain Chiper Ransomware yang membuat server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) down.
Juru Bicara BSSN Ariandi Putra mengatakan insiden serangan ransomware itu mulai terdeteksi sejak 17 Juni 2024 pukul 23.15 WIB. Saat itu, pihaknya mendapatkan upaya penonaktifan fitur keamanan Windows Defender yang memicu aktivitas malicious berjalan.
Windows Defender adalah perangkat lunak yang berfungsi memberikan perlindungan dari malware. Sejak Windows 8, Windows Defender merupakan bagian dari sistem operasi (pre- installed).
Perangkat lunak ini berfungsi mengidentifikasi dan menghapus virus, spyware, serta perangkat lunak berbahaya lainnya (malware). Sistem ini berhasil dilumpuhkan oleh peretas.
"Aktivitas malicious mulai terjadi pada 20 Juni 2024 pukul 00.54 WIB, di antaranya melakukan instalasi file malicious, menghapus filesystem penting, dan menonaktifkan service yang sedang berjalan," kata Ariandi dalam keterangan resminya.
Lihat Juga :