12 Korban Ransomware Sepanjang 2024 di Indonesia: Bank, Maskapai, Mal, hingga Logistik
Selasa, 25 Juni 2024 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
“Pada Juli 2023 sebuah bank menjadi korban ransomware dengan total data yang berhasil dicuri dan dienkripsi sebanyak 450 GB oleh Ransomhouse,” ungkapnya.
Data sebanyak 450 GB yang mengandung banyak informasi sensitif seperti data detail nasabah, fasilitas kredit yang didapatkan dan data sensitif lainnya disebarkan oleh Ransomhouse dan dilihat sebanyak 43.126 kali.
Hal tersebut rupanya tidak menjadikan bank tersebut menjadi lebih berhati-hati, terbukti pada awal April 2024 bank tersebut kembali menjadi korban ransomware Medusa dengan data yang berhasil dicuri dan dienkripsi sebanyak 108 GB.
Kasus ransomware yang paling anyar bukan dialami oleh PDN melainkan dialami oleh salah satu perusahaan logistik Indonesia yang menjadi korban dari ransomware Darkvault pada 21 Juni 2024 dimana Darkvault memberikan deadline beberapa hari kepada korbannya untuk membayar uang tebusan dan jika tidak dilakukan maka data yang berhasil diunduh akan dibagikan oleh Darkvault secara gratis.
Selain Darkvault, ransomware dengan nama Ransomhub berhasil menyerang lembaga pemerintah yang bergerak dibidang consumer finance yang bergerak dalam pembiayaan usaha kecil dan menengah dibawah naungan Kementerian Koperasi pada Mei 2024. Adapun data yang bocor dan berhasil dicuri dan disebarkan oleh Ransomhub berjumlah lebih dari 15 TB.
Kemudian di awal Mei 2024, pengelola shopping center terkenal di Indonesia turut menjadi korban ransomware, kali ini dilakukan oleh Lockbit 3 yang memang spesialis mengincar institusi besar dan lembaga pemerintah yang tidak melindungi datanya dengan baik.
Data sebanyak 450 GB yang mengandung banyak informasi sensitif seperti data detail nasabah, fasilitas kredit yang didapatkan dan data sensitif lainnya disebarkan oleh Ransomhouse dan dilihat sebanyak 43.126 kali.
Hal tersebut rupanya tidak menjadikan bank tersebut menjadi lebih berhati-hati, terbukti pada awal April 2024 bank tersebut kembali menjadi korban ransomware Medusa dengan data yang berhasil dicuri dan dienkripsi sebanyak 108 GB.
Kasus ransomware yang paling anyar bukan dialami oleh PDN melainkan dialami oleh salah satu perusahaan logistik Indonesia yang menjadi korban dari ransomware Darkvault pada 21 Juni 2024 dimana Darkvault memberikan deadline beberapa hari kepada korbannya untuk membayar uang tebusan dan jika tidak dilakukan maka data yang berhasil diunduh akan dibagikan oleh Darkvault secara gratis.
Selain Darkvault, ransomware dengan nama Ransomhub berhasil menyerang lembaga pemerintah yang bergerak dibidang consumer finance yang bergerak dalam pembiayaan usaha kecil dan menengah dibawah naungan Kementerian Koperasi pada Mei 2024. Adapun data yang bocor dan berhasil dicuri dan disebarkan oleh Ransomhub berjumlah lebih dari 15 TB.
Kemudian di awal Mei 2024, pengelola shopping center terkenal di Indonesia turut menjadi korban ransomware, kali ini dilakukan oleh Lockbit 3 yang memang spesialis mengincar institusi besar dan lembaga pemerintah yang tidak melindungi datanya dengan baik.
Lihat Juga :