Bangkai Kapal Tertua di Dunia Ditemukan 1.800 Meter di Bawah Laut
Jum'at, 21 Juni 2024 - 18:43 WIB
loading...
Bangkai Kapal Tertua di Dunia . FOTO/ DAILY
A
A
A
LONDON - Sebuah kapal dari Zaman Perunggu yang tenggelam sekitar 3.300 tahun lalu telah ditemukan di dasar Laut Mediterania, beserta muatannya yang terdiri dari ratusan guci utuh yang pernah berisi barang dagangan.
BACA JUGA - Ilmuwan Prediksi Ada Peradaban Alien di Bawah Laut
Kapal kuno ini, yang terletak sekitar 90 kilometer (56 mil) di lepas pantai utara Israel dan pada kedalaman 1.800 meter (6.000 kaki), adalah kapal tertua yang pernah ditemukan di laut dalam.
Hingga saat ini, semua bangkai kapal dari Zaman Perunggu - yang dimulai sekitar 5.000 tahun lalu - telah ditemukan di perairan dangkal dekat garis pantai. Contohnya, bangkai kapal tertua di dunia yang diketahui terletak di lepas pantai pulau Dokos, Yunani, dan diperkirakan tenggelam sekitar 4.200 tahun lalu.
"Oleh karena itu, asumsi akademis hingga saat ini adalah bahwa perdagangan pada masa itu dilakukan dengan berlayar dengan aman dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya, dengan selalu berpegang pada garis pantai dalam jarak pandang mata," jelas Jacob Sharvit, Kepala Unit Kelautan Otoritas Barang Antik Israel, dalam sebuah pernyataan melalui email seperti dilansir dari IFL Science.
BACA JUGA - Ilmuwan Prediksi Ada Peradaban Alien di Bawah Laut
Kapal kuno ini, yang terletak sekitar 90 kilometer (56 mil) di lepas pantai utara Israel dan pada kedalaman 1.800 meter (6.000 kaki), adalah kapal tertua yang pernah ditemukan di laut dalam.
Hingga saat ini, semua bangkai kapal dari Zaman Perunggu - yang dimulai sekitar 5.000 tahun lalu - telah ditemukan di perairan dangkal dekat garis pantai. Contohnya, bangkai kapal tertua di dunia yang diketahui terletak di lepas pantai pulau Dokos, Yunani, dan diperkirakan tenggelam sekitar 4.200 tahun lalu.
"Oleh karena itu, asumsi akademis hingga saat ini adalah bahwa perdagangan pada masa itu dilakukan dengan berlayar dengan aman dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya, dengan selalu berpegang pada garis pantai dalam jarak pandang mata," jelas Jacob Sharvit, Kepala Unit Kelautan Otoritas Barang Antik Israel, dalam sebuah pernyataan melalui email seperti dilansir dari IFL Science.
Lihat Juga :