Terungkap, Ternyata Manusia Hobbit Pernah Hidup di Indonesia
Sabtu, 08 Juni 2024 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
Ketika ilmuwan forensik membuat perkiraan wajah, mereka mengikuti proses tertentu. Pertama, mereka memindai tengkorak subjek. Kemudian mengumpulkan titik data dari tengkorak manusia lain untuk membantu pekerjaan mereka. Titik data ini digunakan untuk menentukan ketebalan jaringan lunak untuk mereplikasi wajah secara akurat.
Untuk melakukan hal ini, seorang ilustrator menempatkan jarum kecil ke dalam tengkorak yang sesuai dengan kontur kulit. Proses ini disebut penempatan penanda ketebalan jaringan lunak.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan secara online pada 6 Juni 2024 menjelaskan bagaimana proses ini membantu menciptakan struktur wajah secara keseluruhan. Lantaran spesimen ini berasal dari Homo floresiensis dan bukan Homo sapiens, tidak banyak tengkorak yang bisa dibandingkan.
Baca Juga: Simak, Ini Jenis Manusia Purba di Indonesia dan Ciri-cirinya
Maka, para peneliti harus mengambil pendekatan berbeda. Mereka membandingkan pemindaian tomografi komputer (CT) tengkorak Hobbit yang terpelihara dengan baik dengan pemindaian tengkorak Homo sapiens jantan dan tengkorak simpanse (Pan troglodytes).
Untuk melakukan hal ini, seorang ilustrator menempatkan jarum kecil ke dalam tengkorak yang sesuai dengan kontur kulit. Proses ini disebut penempatan penanda ketebalan jaringan lunak.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan secara online pada 6 Juni 2024 menjelaskan bagaimana proses ini membantu menciptakan struktur wajah secara keseluruhan. Lantaran spesimen ini berasal dari Homo floresiensis dan bukan Homo sapiens, tidak banyak tengkorak yang bisa dibandingkan.
Baca Juga: Simak, Ini Jenis Manusia Purba di Indonesia dan Ciri-cirinya
Maka, para peneliti harus mengambil pendekatan berbeda. Mereka membandingkan pemindaian tomografi komputer (CT) tengkorak Hobbit yang terpelihara dengan baik dengan pemindaian tengkorak Homo sapiens jantan dan tengkorak simpanse (Pan troglodytes).
Lihat Juga :