Selamat Tinggal Ompong, Ilmuwan Temukan Obat Penumbuh Gigi
Kamis, 30 Mei 2024 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti kemudian ingin memperluas uji coba kepada mereka yang mengalami edentulism parsial, atau orang yang kehilangan satu hingga lima gigi permanen karena faktor lingkungan. Insiden ini bervariasi dari negara ke negara, tetapi diperkirakan sekitar 5% orang Amerika kehilangan gigi, dengan insiden yang jauh lebih tinggi di antara orang dewasa yang lebih tua.
Baca Juga: Perbedaan Gigi Palsu Buatan Dokter dan Tukang Gigi
Obat itu sendiri menonaktifkan protein gen-1 yang terkait dengan sensitisasi uterus (USAG-1), yang menekan pertumbuhan gigi. Seperti yang dilaporkan pada tahun 2023, memblokir interaksi USAG-1 dengan protein lain mendorong pensinyalan protein morfogenetik tulang (BMP), yang memicu tulang baru untuk terbentuk. Hal ini menghasilkan gigi baru yang muncul di mulut tikus dan musang, spesies yang berbagi sifat USAG-1 yang hampir sama dengan manusia.
"Protein USAG-1 memiliki homologi asam amino yang tinggi yaitu 97% antara spesies hewan yang berbeda, termasuk manusia, tikus, dan anjing pemburu," kata para peneliti. Namun, belum ada kabar tentang uji coba pada anjing pemburu.
Ahli biologi molekuler dan dokter gigi Takahashi telah bekerja pada regenerasi gigi sejak tahun 2005, dan berharap perawatan ini tidak hanya untuk kondisi gigi bawaan tetapi untuk siapa saja yang telah kehilangan gigi, pada usia berapa pun. Jika berhasil, terapi ini bisa tersedia untuk pasien dengan gigi permanen yang hilang permanen dalam waktu enam tahun.
Baca Juga: Perbedaan Gigi Palsu Buatan Dokter dan Tukang Gigi
Obat itu sendiri menonaktifkan protein gen-1 yang terkait dengan sensitisasi uterus (USAG-1), yang menekan pertumbuhan gigi. Seperti yang dilaporkan pada tahun 2023, memblokir interaksi USAG-1 dengan protein lain mendorong pensinyalan protein morfogenetik tulang (BMP), yang memicu tulang baru untuk terbentuk. Hal ini menghasilkan gigi baru yang muncul di mulut tikus dan musang, spesies yang berbagi sifat USAG-1 yang hampir sama dengan manusia.
"Protein USAG-1 memiliki homologi asam amino yang tinggi yaitu 97% antara spesies hewan yang berbeda, termasuk manusia, tikus, dan anjing pemburu," kata para peneliti. Namun, belum ada kabar tentang uji coba pada anjing pemburu.
Ahli biologi molekuler dan dokter gigi Takahashi telah bekerja pada regenerasi gigi sejak tahun 2005, dan berharap perawatan ini tidak hanya untuk kondisi gigi bawaan tetapi untuk siapa saja yang telah kehilangan gigi, pada usia berapa pun. Jika berhasil, terapi ini bisa tersedia untuk pasien dengan gigi permanen yang hilang permanen dalam waktu enam tahun.
(msf)
Lihat Juga :