Keren, Desain Batik Ini Dibuat Menggunakan Teknologi AI
Senin, 27 Mei 2024 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya proses pelatihan model dilakukan di server UB Tesla A100 AI Center, yang menyediakan kapasitas komputasi tinggi, yang diperlukan untuk melatih model AI generatif. Sementara itu, server FILKOM UB digunakan untuk proses inferensi, di mana pengguna dapat memberikan prompt dan menerima desain batik yang dihasilkan oleh sistem. “Pengguna dapat memberikan prompt yang spesifik, seperti batik dengan motif parang berwarna biru, dengan sentuhan modern, dan sistem AI generatif akan menghasilkan desain yang sesuai dengan deskripsi tersebut," ujarnya.
Hasil penelitian menunjukkan sistem ini mampu menghasilkan desain batik yang tidak hanya mempertahankan keaslian dan keindahan motif tradisional nusantara, tetapi juga dapat disesuaikan dengan preferensi dan kreativitas individu pengguna.
Yudis menambahkan, teknologi ini berpotensi untuk memperkaya dan melestarikan budaya batik Indonesia melalui inovasi digital. Tak hanya itu, penggunaan teknologi AI juga digunakan sebagai alat yang berguna bagi desainer, dan industri batik, untuk menciptakan kreasi baru dengan lebih efisien dan terarah.
"Penggunaan AI generatif dalam penelitian ini menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan variasi desain yang unik dan sesuai permintaan, menjadikan proses pembuatan batik lebih dinamis dan adaptif terhadap tren dan kebutuhan pasar," kata pengajar di Filkom ini.
Selain itu, teknologi ini membuka peluang bagi eksplorasi kreatif yang lebih luas dalam seni batik, memungkinkan penciptaan motif-motif baru yang tetap berakar pada tradisi, namun mampu menjawab tuntutan estetika modern. "Penggunaan AI generatif dalam penelitian ini menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan variasi desain yang unik dan sesuai permintaan, menjadikan proses pembuatan batik lebih dinamis dan adaptif terhadap tren dan kebutuhan pasar," kata pengajar di Filkom ini.
Selain itu, teknologi ini membuka peluang bagi eksplorasi kreatif yang lebih luas dalam seni batik, memungkinkan penciptaan motif-motif baru yang tetap berakar pada tradisi, namun mampu menjawab tuntutan estetika modern.
Hasil penelitian menunjukkan sistem ini mampu menghasilkan desain batik yang tidak hanya mempertahankan keaslian dan keindahan motif tradisional nusantara, tetapi juga dapat disesuaikan dengan preferensi dan kreativitas individu pengguna.
Yudis menambahkan, teknologi ini berpotensi untuk memperkaya dan melestarikan budaya batik Indonesia melalui inovasi digital. Tak hanya itu, penggunaan teknologi AI juga digunakan sebagai alat yang berguna bagi desainer, dan industri batik, untuk menciptakan kreasi baru dengan lebih efisien dan terarah.
"Penggunaan AI generatif dalam penelitian ini menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan variasi desain yang unik dan sesuai permintaan, menjadikan proses pembuatan batik lebih dinamis dan adaptif terhadap tren dan kebutuhan pasar," kata pengajar di Filkom ini.
Selain itu, teknologi ini membuka peluang bagi eksplorasi kreatif yang lebih luas dalam seni batik, memungkinkan penciptaan motif-motif baru yang tetap berakar pada tradisi, namun mampu menjawab tuntutan estetika modern. "Penggunaan AI generatif dalam penelitian ini menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan variasi desain yang unik dan sesuai permintaan, menjadikan proses pembuatan batik lebih dinamis dan adaptif terhadap tren dan kebutuhan pasar," kata pengajar di Filkom ini.
Selain itu, teknologi ini membuka peluang bagi eksplorasi kreatif yang lebih luas dalam seni batik, memungkinkan penciptaan motif-motif baru yang tetap berakar pada tradisi, namun mampu menjawab tuntutan estetika modern.
(msf)
Lihat Juga :