Bukan Apple, Tapi Pixar dan Toy Story yang Membuat Steve Jobs Jadi Miliarder

Senin, 08 April 2024 - 07:57 WIB
loading...
Bukan Apple, Tapi Pixar...
Menurut laporan, IPO Pixar dan kesuksesan besar film Toy Story yang justru membuat Steve Jobs menjadi miliarder untuk kali pertama. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Steve Jobs identik dengan Apple, perusahaan teknologi raksasa dan paling berpengaruh di dunia yang ia ikut dirikan.

Tapi, sebenarnya ada cerita unik tentang Jobs yang tidak banyak diketahui. Yakni, hubungan Jobs dengan Pixar Animation Studios, yang justru malah membentuk karir dan kekayaannya.

Menurut laporan, IPO Pixar dan kesuksesan besar film Toy Story yang justru membuat Jobs menjadi miliarder untuk kali pertama.

Keluar dari Apple, Awal dari Kisah Pixar
Bukan Apple, Tapi Pixar dan Toy Story yang Membuat Steve Jobs Jadi Miliarder

Usai terusir dari Apple pada 1985 karena perselisihan dengan dewan direksi, Jobs berada di persimpangan. Momen penting ini membawanya ke Pixar.

Pada pertengahan 1990-an, sambil mempertimbangkan kembali ke Apple, Jobs mengaku kepada Lawrence Levy, kolega Pixar, tentang keraguan akan masa depan Apple dan potensinya dalam menghidupkan perusahaan itu kembali.

Selama masa ini, Jobs memimpin Pixar, mengakuisisi divisi grafik komputer dari Lucasfilm pada 1986, dan mengubahnya menjadi studio independen.
Di bawah kepemimpinannya sebagai CEO dan pemegang saham utama, Pixar merevolusi animasi dan memperkuat warisan keuangan Jobs.

IPO Pixar dan Kesuksesan Besar "Toy Story"

Titik balik Steve Jobs terjadi saat IPO (Initial Public Offering) Pixar pada November 1995, bertepatan dengan rilis "Toy Story," film panjang pertama studio tersebut. IPO Pixar sukses besar, membuat Jobs masuk dalam jajaran miliarder.

Momen itu juga yang menegaskan kemampuannya memimpin dan berinovasi di luar ranah komputer pribadi, masuk ke industri hiburan. Memoar Lawrence Levy, "To Pixar and Beyond," mencatat perjalanan ini dan keputusan strategis yang mendorong Pixar menjadi studio animasi terkemuka dan akhirnya akuisisi oleh Disney pada 2006 dengan nilai lebih dari USD7 miliar.

Pixar, Reputasi, dan Kembali ke Apple

Sukses di Pixar memulihkan reputasi Jobs dan memberinya kepercayaan diri untuk memimpin kembali Apple. Pengalamannya di Pixar, menavigasi industri hiburan bersama Levy, membawa pelajaran yang nantinya diterapkan Jobs pada Apple. Sinergi teknologi dan penceritaan yang menjadi etos Pixar menjadi dasar pengembangan produk Apple.

Baca Juga: Dekati Google, Apple Bakal Pasang Gemini di iPhone

Lebih dari Sekadar Animator

Kisah Jobs memasuki dunia animasi menunjukkan karir multifasetnya, ditandai inovasi, keuletan, dan bagaimana ambisinya untuk jadi yang terbaik. Warisannya di Pixar adalah bukti visinya menggabungkan teknologi dan seni untuk mendapatkan narasi kuat, filosofi yang sama ia bawa ke Apple.

Lewat Pixar pula, Jobs tidak hanya mendefinisikan ulang animasi, namun menetapkan standar baru untuk kepemimpinan dan kreativitas dalam bisnis, meninggalkan jejak permanen di Silicon ValleydanHollywood.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Bocoran Spesifikasi...
Bocoran Spesifikasi dan Harga iPhone 18 Series serta iPhone Ultra Foldable 2026
Teknologi Baru yang...
Teknologi Baru yang Akan Ada di iPhone 18 Pro Bocor
Era Baru Apple Dimulai:...
Era Baru Apple Dimulai: Ternus Masuk, Saham Meroket Capai Rp67.000 Triliun
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Profil Pendidikan John...
Profil Pendidikan John Ternus, dari Lulusan Teknik Mesin kini CEO Baru Apple
Apple Terjun di Formula...
Apple Terjun di Formula 1, Begini Ekosistem Teknologinya
Rekomendasi
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved