Tanaman Asal Turki, Calon Penghuni Luar Angkasa
Sabtu, 30 Maret 2024 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
Tanaman tahan garam ini - secara ilmiah dikelompokkan sebagai halofit - yang dapat bertahan terhadap lithium, kromium, boron, dan magnesium, yang membuatnya mampu tumbuh di tanah beracun.
Namun, bukan hanya komposisi regolit yang penting. Satu variabel yang tidak dapat diuji di Bumi apakah tanaman ini bisa tumbuh tanpa gravitasi. "Jadi, hal pertama yang harus kami lakukan adalah mengamati apakah tanaman ini dapat bertahan hidup dalam gravitasi mikro," kata Ozgur Uzilday.
Baca Juga: Ilmuwan Berhasil Tumbuhkan Tanaman di Tanah Bulan, Siap Jadi Petani Luar Angkasa?
Sebagian dari eksperimen dilakukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional oleh astronot pertama Turki, Alper Gezeravci, yang menghabiskan 18 hari di luar angkasa pada bulan Februari tahun ini.
Tim Ozgur Uzilday mengirimkan lebih dari 50 biji Schrenkiella parvula ke laboratorium yang mengorbit. Biji tersebut kemudian dikecambahkan dan ditanam di bawah tekanan garam, meniru kondisi yang diperkirakan ada di Bulan atau Mars.
"Eksperimen kami di ISS menunjukkan bahwa tanaman ini dapat bertahan hidup dan tumbuh di bawah tekanan garam dalam lingkungan gravitasi mikro, dan bahkan dapat berkecambah langsung dari biji di bawah salinitas," katanya.
Selama periode pertumbuhan delapan hari, sampel tanaman menumbuhkan daun pertama dan membentuk akar, melebihi harapan tentang seberapa baik kinerja tanaman tersebut, tambahnya.
Menjelang kepulangannya, Gezeravci memanen sampel Schrenkiella parvula dan mengawetkannya dalam larutan fiksatif yang membekukan jaringan dan genom tanaman pada suhu minus 80 derajat Celcius untuk perjalanan pulang. Sampel tersebut sampai di Universitas Ege pada 29 Februari.
Tim Ozgur Uzilday juga mereplikasi eksperimen ISS di Bumi sehingga mereka dapat mengamati bagaimana lingkungan luar angkasa akan memengaruhi tanaman secara berbeda. Mereka sekarang sedang menganalisa sampel dari ISS dibandingkan dengan yang ditanam di Bumi.
Namun, bukan hanya komposisi regolit yang penting. Satu variabel yang tidak dapat diuji di Bumi apakah tanaman ini bisa tumbuh tanpa gravitasi. "Jadi, hal pertama yang harus kami lakukan adalah mengamati apakah tanaman ini dapat bertahan hidup dalam gravitasi mikro," kata Ozgur Uzilday.
Baca Juga: Ilmuwan Berhasil Tumbuhkan Tanaman di Tanah Bulan, Siap Jadi Petani Luar Angkasa?
Sebagian dari eksperimen dilakukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional oleh astronot pertama Turki, Alper Gezeravci, yang menghabiskan 18 hari di luar angkasa pada bulan Februari tahun ini.
Tim Ozgur Uzilday mengirimkan lebih dari 50 biji Schrenkiella parvula ke laboratorium yang mengorbit. Biji tersebut kemudian dikecambahkan dan ditanam di bawah tekanan garam, meniru kondisi yang diperkirakan ada di Bulan atau Mars.
"Eksperimen kami di ISS menunjukkan bahwa tanaman ini dapat bertahan hidup dan tumbuh di bawah tekanan garam dalam lingkungan gravitasi mikro, dan bahkan dapat berkecambah langsung dari biji di bawah salinitas," katanya.
Selama periode pertumbuhan delapan hari, sampel tanaman menumbuhkan daun pertama dan membentuk akar, melebihi harapan tentang seberapa baik kinerja tanaman tersebut, tambahnya.
Menjelang kepulangannya, Gezeravci memanen sampel Schrenkiella parvula dan mengawetkannya dalam larutan fiksatif yang membekukan jaringan dan genom tanaman pada suhu minus 80 derajat Celcius untuk perjalanan pulang. Sampel tersebut sampai di Universitas Ege pada 29 Februari.
Tim Ozgur Uzilday juga mereplikasi eksperimen ISS di Bumi sehingga mereka dapat mengamati bagaimana lingkungan luar angkasa akan memengaruhi tanaman secara berbeda. Mereka sekarang sedang menganalisa sampel dari ISS dibandingkan dengan yang ditanam di Bumi.
Lihat Juga :