Marco Polo, Domba yang Paling Diburu di Dunia
Selasa, 26 Maret 2024 - 16:10 WIB
loading...
Marco Polo merupakan domba liar terbesar di dunia. (Foto: Outdoors International)
A
A
A
JAKARTA - Marco Polo menjadidomba yang paling diburu karena dianggap terbesar di dunia. Kondisinya membuat si domba menjadi target yang menggoda bagi pemburu trofi.
Selama hampir satu dekade, peternak di Montana secara ilegal mengembangkan domba hibrida, yang diciptakan dengan DNA domba Marco Polo, untuk menciptakan hewan untuk reservasi penembakan dan peternakan di Texas. Pada Selasa, (26/3/2024) Popular Mechanics melansir Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengumumkan bahwa salah satu peternak telah mengaku bersalah atas dua tuduhan kejahatan satwa liar yang berat.
Setiap tuduhan tadi membawa hukuman maksimal lima tahun penjara. Selama hampir 800 tahun, Ovis ammon polii, yang dikenal sebagai domba Marco Polo, telah memikat dunia Barat. Dinamai sesuai dengan penjelajah terkenal di dunia yang pertama kali menggambarkan domba tersebut pada abad ke-13, subspesies domba argali ini berada di wilayah pegunungan Pamir Asia Tengah (Kirgistan, Afghanistan, dan Tajikistan) sebagai rumahnya.
Domba ini termasuk spesies domba liar terbesar di dunia. Tingginya 1,2 meter seberat hampir 150 kilogram, dan tumbuh tanduk besar yang bisa panjangnya mencapai 1,8 meter dan beratnya mencapai lebih dari 30 kilogram.
Baca Juga: Domba Bertanduk 4 Dibanderol dengan Harga Rp200 Juta
Namun, sayangnya, postur mengesankan hewan ini juga membuatnya menjadi target utama bagi pemburu, dan beberapa orang bersedia membayar lebih dari 40 ribu dollar AS untuk kesempatan itu.
Sayangnya, keinginan untuk berburu hewan ini telah mencapai titik puncak minggu ini, ketika Departemen Kehakiman Amerika Serikat menguraikan skema yang benar-benar gila untuk menciptakan domba hibrida raksasa di Amerika Serikat dengan menggunakan material genetik yang diekstraksi dari domba Marco Polo yang diimpor secara ilegal.
Selama hampir satu dekade, peternak di Montana secara ilegal mengembangkan domba hibrida, yang diciptakan dengan DNA domba Marco Polo, untuk menciptakan hewan untuk reservasi penembakan dan peternakan di Texas. Pada Selasa, (26/3/2024) Popular Mechanics melansir Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengumumkan bahwa salah satu peternak telah mengaku bersalah atas dua tuduhan kejahatan satwa liar yang berat.
Setiap tuduhan tadi membawa hukuman maksimal lima tahun penjara. Selama hampir 800 tahun, Ovis ammon polii, yang dikenal sebagai domba Marco Polo, telah memikat dunia Barat. Dinamai sesuai dengan penjelajah terkenal di dunia yang pertama kali menggambarkan domba tersebut pada abad ke-13, subspesies domba argali ini berada di wilayah pegunungan Pamir Asia Tengah (Kirgistan, Afghanistan, dan Tajikistan) sebagai rumahnya.
Domba ini termasuk spesies domba liar terbesar di dunia. Tingginya 1,2 meter seberat hampir 150 kilogram, dan tumbuh tanduk besar yang bisa panjangnya mencapai 1,8 meter dan beratnya mencapai lebih dari 30 kilogram.
Baca Juga: Domba Bertanduk 4 Dibanderol dengan Harga Rp200 Juta
Namun, sayangnya, postur mengesankan hewan ini juga membuatnya menjadi target utama bagi pemburu, dan beberapa orang bersedia membayar lebih dari 40 ribu dollar AS untuk kesempatan itu.
Sayangnya, keinginan untuk berburu hewan ini telah mencapai titik puncak minggu ini, ketika Departemen Kehakiman Amerika Serikat menguraikan skema yang benar-benar gila untuk menciptakan domba hibrida raksasa di Amerika Serikat dengan menggunakan material genetik yang diekstraksi dari domba Marco Polo yang diimpor secara ilegal.
Lihat Juga :