Gerhana Matahari Total 2024 Akan Jadi yang Terbaik Abad Ini
Sabtu, 09 Maret 2024 - 11:15 WIB
loading...
Gerhana matahari total diprediksi akan terjadi pada 8 April 2024 mendatang. (Foto: NASA)
A
A
A
JAKARTA - Fenomena alam gerhana matahari total diprediksi terjadi pada 8 April 2024 mendatang. Sejumlah ilmuwan memprediksi gerhana matahari 2024 menjadi yang terbaik abad ini.
Negara-negara kawasan Amerika Utara pun mempersiapkan diri untuk menghadapi gerhana matahari total dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lantaran jutaan orang di utara Meksiko, Amerika Serikat, dan tenggara Kanada akan mengalami kegelapan total pada siang hari.
Laman Space.com melansir, Sabtu (9/3/2024), kesempatan langka untuk melihat korona matahari dengan mata telanjang bakal mencatat sejarah tersendiri. Berikut 6 alasan gerhana matahari total 2024 bakal menjadi yang terbaik abad ini:
Gerhana matahari total yang diperkirakan dominan terjadi di area Meksiko ini bakal berdurasi 4 menit 28 detik. Waktu tersebut akan berkurang ketika bayangan tengah gelap bulan bergerak dari barat daya ke timur laut.
Gerhana total terakhir kali di Amerika Utara tercatat pada 16 Juni 1806 yang berlangsung hingga 4 menit 55 detik melintasi AS dari Baja, California hingga Cape Cod melalui Albuquerque, Kansas City, Cleveland, dan Boston. Peristiwa ini juga dikenal sebagai Gerhana Tecumseh.
Menurut pengejar gerhana Bill Kramer, dua pemimpin suku Shawnee memprediksi gerhana tersebut dan menyaksikannya dari Greenville, Ohio — yang pada 8 April mendatang. Mereka memprediksi durasinya selama 3 menit 55 detik. Peristiwa ini akan menjadi gerhana matahari total pertama Ohio sejak tahun 1806.
Baca Juga: Gerhana Matahari Total, NASA Ajak Masyarakat Dokumentasikan Hal-Hal Aneh
Siapapun yang pernah melihat korona matahari dengan mata telanjang selama totalitas akan tahu pemandangan itu benar-benar spektakuler. Selama masa minimum solar — ketika aktivitas magnetik bintang berada pada level terendah dalam siklus sekitar 11 tahun bakal memiliki penampilan yang tidak simetris, berduri, seperti halnya pada gerhana matahari total terakhir di Amerika Utara pada 21 Agustus 2017.
Ketika korona matahari akan tampak lebih besar, lebih simetris, dan seperti bunga matahari tampilannya menjadi konsekuensi dari aktivitas magnetik di matahari. Pada tahun ini, matahari diprediksi akan mencapai puncak matahari.
Negara-negara kawasan Amerika Utara pun mempersiapkan diri untuk menghadapi gerhana matahari total dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lantaran jutaan orang di utara Meksiko, Amerika Serikat, dan tenggara Kanada akan mengalami kegelapan total pada siang hari.
Laman Space.com melansir, Sabtu (9/3/2024), kesempatan langka untuk melihat korona matahari dengan mata telanjang bakal mencatat sejarah tersendiri. Berikut 6 alasan gerhana matahari total 2024 bakal menjadi yang terbaik abad ini:
1. Gerhana matahari total terpanjang di AS sejak 1806
Gerhana matahari total yang diperkirakan dominan terjadi di area Meksiko ini bakal berdurasi 4 menit 28 detik. Waktu tersebut akan berkurang ketika bayangan tengah gelap bulan bergerak dari barat daya ke timur laut.
Gerhana total terakhir kali di Amerika Utara tercatat pada 16 Juni 1806 yang berlangsung hingga 4 menit 55 detik melintasi AS dari Baja, California hingga Cape Cod melalui Albuquerque, Kansas City, Cleveland, dan Boston. Peristiwa ini juga dikenal sebagai Gerhana Tecumseh.
Menurut pengejar gerhana Bill Kramer, dua pemimpin suku Shawnee memprediksi gerhana tersebut dan menyaksikannya dari Greenville, Ohio — yang pada 8 April mendatang. Mereka memprediksi durasinya selama 3 menit 55 detik. Peristiwa ini akan menjadi gerhana matahari total pertama Ohio sejak tahun 1806.
Baca Juga: Gerhana Matahari Total, NASA Ajak Masyarakat Dokumentasikan Hal-Hal Aneh
2. Terjadi pada puncak matahari
Siapapun yang pernah melihat korona matahari dengan mata telanjang selama totalitas akan tahu pemandangan itu benar-benar spektakuler. Selama masa minimum solar — ketika aktivitas magnetik bintang berada pada level terendah dalam siklus sekitar 11 tahun bakal memiliki penampilan yang tidak simetris, berduri, seperti halnya pada gerhana matahari total terakhir di Amerika Utara pada 21 Agustus 2017.
Ketika korona matahari akan tampak lebih besar, lebih simetris, dan seperti bunga matahari tampilannya menjadi konsekuensi dari aktivitas magnetik di matahari. Pada tahun ini, matahari diprediksi akan mencapai puncak matahari.
Lihat Juga :