Bangkit dari Hibernasi, 'Moon Sniper' Jepang Lanjutkan Misi
Rabu, 28 Februari 2024 - 07:19 WIB
loading...
A
A
A
Setelah hanya beberapa jam beroperasi dengan daya baterai terbatas, pendarat tersebut mengirimkan gambar mosaik dari lokasi pendaratannya sebelum mati.
Badan antariksa Jepang berharap cahaya dapat mencapai sel surya pesawat ruang angkasa saat sudut matahari di Bulan bergeser, memungkinkan kendaraan untuk bangun kembali.
Benar saja, Moon Sniper, dinamakan seperti itu karena teknologi presisi yang memungkinkannya mendarat hanya 55 meter dari targetnya, bangun 10 hari kemudian dan mulai mengambil gambar baru.
Namun, jam bangun pesawat antariksa itu singkat, dan pada 31 Januari, Moon Sniper memasuki apa yang oleh JAXA disebut sebagai "periode dormansi dua minggu selama malam bulan yang panjang."
Suhu selama malam bulan dapat anjlok hingga minus 208 derajat Fahrenheit (minus 133 derajat Celcius), menurut NASA.
Pemandangan terakhir Bulan dari sudut pandang pendarat sebelum malam bulan dibagikan di media sosial pada tanggal 1 Februari setelah tim misi mengirim perintah ke Moon Sniper dan mengkonfirmasi status tidak aktifnya.
Badan antariksa Jepang berharap cahaya dapat mencapai sel surya pesawat ruang angkasa saat sudut matahari di Bulan bergeser, memungkinkan kendaraan untuk bangun kembali.
Benar saja, Moon Sniper, dinamakan seperti itu karena teknologi presisi yang memungkinkannya mendarat hanya 55 meter dari targetnya, bangun 10 hari kemudian dan mulai mengambil gambar baru.
Namun, jam bangun pesawat antariksa itu singkat, dan pada 31 Januari, Moon Sniper memasuki apa yang oleh JAXA disebut sebagai "periode dormansi dua minggu selama malam bulan yang panjang."
Suhu selama malam bulan dapat anjlok hingga minus 208 derajat Fahrenheit (minus 133 derajat Celcius), menurut NASA.
Pemandangan terakhir Bulan dari sudut pandang pendarat sebelum malam bulan dibagikan di media sosial pada tanggal 1 Februari setelah tim misi mengirim perintah ke Moon Sniper dan mengkonfirmasi status tidak aktifnya.
Lihat Juga :