Riset F5 Sebut Konsumen Lebih Peduli Kenyamanan Dibanding Keamanan Data

Kamis, 13 Agustus 2020 - 21:18 WIB
loading...
Riset F5 Sebut Konsumen...
Laporan bertajuk Curve of Convenience 2020: The Privacy-Convenience Paradox mengungkap, 43% konsumen Asia Pasifik berharap perusahaan melindungi datanya dan 32% responden meyakini hal tersebut tanggung jawab pemerintah. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Di tengah maraknya pembobolan atau pencurian data di dunia digital atau jagad maya, laporan terbaru F5 menunjukkan konsumen ternyata banyak yang tak peduli dengan data digitalnya. (Baca juga: Transaksi E-Commerce Capai Rp13 T per Bulan, RI Kejar Pajak PMSE Lintas Negara )

Laporan bertajuk Curve of Convenience 2020: The Privacy-Convenience Paradox mengungkap, 43% konsumen Asia Pasifik berharap perusahaan melindungi datanya dan 32% responden meyakini hal tersebut tanggung jawab pemerintah.
Riset F5 Sebut Konsumen Lebih Peduli Kenyamanan Dibanding Keamanan Data

Sementara lebih dari 9 dari 10 orang (96%) memilih kenyamanan dan pengalaman pengguna yang mulus dan tanpa gangguan daripada keamanan. Temuan-temuan ini mengungkapkan beratnya upaya yang harus dilakukan untuk menemukan keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan di mana perusahaan dan pemerintah memikul tanggung jawab besar.

Di lingkungan yang menantang seperti saat ini, khususnya ketika tengah menghadapi COVID-19 serta kebiasaaan digital yang menyebabkan banyak sistem dan penggunanya terekspos, perusahaan dan pemerintah ditekan memperkuat kerangka keamanan mereka dan memperketat regulasi serta kepatuhan terhadap kebijakan.
Riset F5 Sebut Konsumen Lebih Peduli Kenyamanan Dibanding Keamanan Data

Menurut pakar industri, Ankit Saurabh, Assistant Lecturer di School of Engineering and Technology, PSB Academy, COVID-19 mengubah banyak aspek rutinitas. "Sebagian besar dari kita telah beradaptasi menuju kenormalan baru yang melibatkan working-from-home hingga aplikasi online untuk perbankan, hiburan, belanja, dan layanan antarmakanan yang telah menjadi cara utama kita mengakses barang dan jasa," kata Saurabh.

Dalam situasi yang krusial seperti ini, lanjut dia, perusahaan-perusahaan harus bekerja dengan lebih keras dalam membenahi kekuatan keamanan mereka untuk melindungi data pelanggan dan internal perusahaan.
Riset F5 Sebut Konsumen Lebih Peduli Kenyamanan Dibanding Keamanan Data

Supaya terus bisa kompetitif dalam kondisi seperti ini, berbagai perusahaan harus terus menyediakan pengalaman digital yang unik, berperforma tinggi, dan aman secara konsisten sembari memenuhi persyaratan dan kewajiban keamanan yang rumit. Mereka juga harus memastikan pengalaman pengguna yang nyaman, mulus, dan mudah digunakan.

"Guna mencapai tujuan ini, perusahaan harus berkaca pada sumber daya yang belum mereka sentuh, yakni para pelanggan," ujarnya.

Laporan Curve of Convenience 2020 menunjukkan, 27% responden bahkan tidak menyadari terjadinya pembobolan pada situs pemerintah atau aplikasi yang banyak digunakan. Sehingga, sangat penting untuk memperlakukan pelanggan seperti sekutu dalam mencapai tujuan bersama untuk pengalaman digital yang menyenangkan dan aman.
Riset F5 Sebut Konsumen Lebih Peduli Kenyamanan Dibanding Keamanan Data

Pengguna, jika dibekali dengan informasi yang tepat, bisa meningkatkan kewaspadaan mereka untuk berbagi data atau bahkan menuntut transparansi mengenai bagaimana data mereka akan digunakan. “Sangat penting bagi para perusahaan untuk membekali tenaga kerja mereka dengan skill yang diperlukan. Di samping melibatkan pelanggan dalam perjalanan keamanan-kenyamanan ini untuk menghentikan ancaman siber,” tambah Saurabh.

"Di saat pandemi mengubah hidup kita, perusahaan harus meningkatkan upaya transformasi digital mereka. Konsumen menuntut lebih banyak dari aplikasi yang biasa digunakan untuk bermain, bekerja, dan terhubung,” timpal Adam Judd, Senior Vice President, Asia Pasifik, China, dan Jepang di F5.
Riset F5 Sebut Konsumen Lebih Peduli Kenyamanan Dibanding Keamanan Data

Dikatakannya, untuk mengintegrasikan kenyamanan dan keamanan, perusahaan-perusahaan harus melibatkan pelanggan secara proaktif di semua tahap pengembangan aplikasi. Bukan hanya pada akhirnya saja, khususnya di masa ketika konsumsi aplikasi dan rentannya keamanan terus meningkat dari hari ke hari.

"Bermitra dengan pelanggan berarti industri akan semakin tumbuh, dan perusahaan, bersama mitra digital mereka, bisa menciptakan solusi yang lebih baik untuk pengalaman mulus dan aman, kapan saja, setiap saat. Pada akhirnya, menunjukkan pada pengguna apa yang dipertaruhkan akan membuat mereka merasa harus terlibat untuk melindungi dirinya sendiri,” ujarnya.
Riset F5 Sebut Konsumen Lebih Peduli Kenyamanan Dibanding Keamanan Data

Di saat pelanggan memilih untuk menyerahkan tanggung jawab keamanan digital ke perusahaan dan pemerintah, sangat penting bagi perusahaan untuk terus mengedukasi dan bermitra dengan pengguna mengenai konsekuensi pilihan untuk mengorbankan data atau privasi demi pengalaman yang lebih mulus. (Baca juga: Selain RK, Doni Monardo Daftar Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 )

Melalui kemitraan ini, perusahaan bisa dengan mudah memanfaatkan solusi teknologi yang lebih canggih. Ini untuk mengimplementasikan keamanan yang lebih kokoh sambil memberikan pengalaman tanpa friksi yang diharapkan konsumen.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Idul Adha dan Teror...
Idul Adha dan Teror Data: Kita Berkurban atau Justru Jadi Korban?
Komdigi Hentikan Sementara...
Komdigi Hentikan Sementara IGRS, Siap Lakukan Evaluasi
Google Baru Rilis Pembaruan...
Google Baru Rilis Pembaruan Darurat Chrome untuk Perangi Zero-Day
Rahasia Salah Satu Kerajaan...
Rahasia Salah Satu Kerajaan Terkuat di Peru Berasal dari Burung-Burung
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
17,5 Juta Data Diduga...
17,5 Juta Data Diduga Bocor ke Dark Web, Instagram Ngotot Akun Pengguna Masih Aman
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Rekomendasi
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved