Mengapa Kotoran Manusia Bau dan Terkadang Sangat Busuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Jum'at, 02 Februari 2024 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Ada lebih dari 10.000 spesies mikroba yang hidup di manusia dan lebih banyak sel bakteri daripada sel manusia. Mikroorganisme ini penting untuk pencernaan dan sebagian besar bertanggung jawab atas bau tinja. Berbagai bakteri mengeluarkan gas-gas berbeda tergantung pada jenis makanan dan zat yang mereka hancurkan. “Bakteri di saluran pencernaan dan mulut berkontribusi pada proses ini,” Laing menjelaskan.
Karena bakteri menguraikan apa yang dimakan manusia, faktor seperti pola makan, konsumsi alkohol, suplemen makanan, dan obat resep dapat memengaruhi bau tinja. Gula alkohol, seperti sorbitol, sering digunakan dalam permen dan dapat membuat bau tinja lebih busuk. Kemudian makanan yang mengandung sulfat seperti telur, brokoli, kubis, kembang kol, bawang, kacang-kacangan, dan daging dapat berkontribusi pada produksi gas belerang, yang berbau seperti telur busuk, selama pencernaan.
Makanan yang diproses dan bersifat manis dapat sulit dicerna, juga menyebabkan bakteri menghasilkan lebih banyak gas dan tinja yang lebih bau. “Dan mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar menghasilkan tinja yang berbau busuk karena merusak usus dan proses pencernaan,” kata Laing.
Baca Juga: Warna Tinja Bisa Ungkap Penyakit Berbahaya dalam Tubuhmu, Ayo Cek!
Singkat kata, perubahan atau memburuknya bau tinja , kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan dalam pola makan atau konsumsi obat. Proses pencernaan akhirnya akan menyesuaikan diri, dan bau yang memburuk biasanya bersifat sementara.
Karena bakteri menguraikan apa yang dimakan manusia, faktor seperti pola makan, konsumsi alkohol, suplemen makanan, dan obat resep dapat memengaruhi bau tinja. Gula alkohol, seperti sorbitol, sering digunakan dalam permen dan dapat membuat bau tinja lebih busuk. Kemudian makanan yang mengandung sulfat seperti telur, brokoli, kubis, kembang kol, bawang, kacang-kacangan, dan daging dapat berkontribusi pada produksi gas belerang, yang berbau seperti telur busuk, selama pencernaan.
Makanan yang diproses dan bersifat manis dapat sulit dicerna, juga menyebabkan bakteri menghasilkan lebih banyak gas dan tinja yang lebih bau. “Dan mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar menghasilkan tinja yang berbau busuk karena merusak usus dan proses pencernaan,” kata Laing.
Baca Juga: Warna Tinja Bisa Ungkap Penyakit Berbahaya dalam Tubuhmu, Ayo Cek!
Singkat kata, perubahan atau memburuknya bau tinja , kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan dalam pola makan atau konsumsi obat. Proses pencernaan akhirnya akan menyesuaikan diri, dan bau yang memburuk biasanya bersifat sementara.
Lihat Juga :