Ilmuwan Ungkap Lagu Sedih Dirasakan di Dada dan Lagu Bahagia di Kaki
Kamis, 01 Februari 2024 - 17:41 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, lagu yang ceria dan bisa diajak dansa dirasakan di kepala dan kaki. Peneliti juga menemukan bahwa emosi dan sensasi tubuh yang dipicu oleh musik serupa di antara pendengar Barat dan Asia. "Tentu saja, fitur akustik tertentu dari musik dikaitkan dengan emosi yang serupa baik pada pendengar Barat maupun Asia," kata Profesor Lauri Nummenmaa, co-penulis penelitian.
Baca Juga: 5 Lagu Indonesia Penyemangat saat Kamu Lagi Sedih
Musik dengan ketukan yang jelas dianggap bahagia dan bisa diajak dansa, sementara disonansi dalam musik dikaitkan dengan agresivitas. "Karena sensasi ini serupa di berbagai budaya, emosi yang dipicu oleh musik kemungkinan independen dari budaya dan pembelajaran dan didasarkan pada mekanisme biologis yang diwariskan," ujarnya.
Menurut peneliti, temuan ini menunjukkan bahwa musik mungkin muncul sebagai cara untuk meningkatkan interaksi sosial. "Orang bergerak mengikuti musik di semua budaya dan postur, gerakan, dan vokalisasi yang disinkronkan adalah tanda universal untuk afiliasi," kata Dr Putkinen.
Musik mungkin muncul selama evolusi spesies manusia untuk mempromosikan interaksi sosial dan rasa komunitas dengan menyinkronkan tubuh dan emosi pendengar.
Baca Juga: 5 Lagu Indonesia Penyemangat saat Kamu Lagi Sedih
Musik dengan ketukan yang jelas dianggap bahagia dan bisa diajak dansa, sementara disonansi dalam musik dikaitkan dengan agresivitas. "Karena sensasi ini serupa di berbagai budaya, emosi yang dipicu oleh musik kemungkinan independen dari budaya dan pembelajaran dan didasarkan pada mekanisme biologis yang diwariskan," ujarnya.
Menurut peneliti, temuan ini menunjukkan bahwa musik mungkin muncul sebagai cara untuk meningkatkan interaksi sosial. "Orang bergerak mengikuti musik di semua budaya dan postur, gerakan, dan vokalisasi yang disinkronkan adalah tanda universal untuk afiliasi," kata Dr Putkinen.
Musik mungkin muncul selama evolusi spesies manusia untuk mempromosikan interaksi sosial dan rasa komunitas dengan menyinkronkan tubuh dan emosi pendengar.
(msf)
Lihat Juga :