Penyebab Menurunnya Jumlah Sperma Manusia Akhirnya Terkuak

Minggu, 21 Januari 2024 - 06:56 WIB
loading...
Penyebab Menurunnya...
Penyebab Menurunnya Jumlah Sperma Manusia Akhirnya Terkuak. FOTO/ DAILT
A A A
LONDON - Sebuah tinjauan literatur medis terbaru yang diterbitkan di jurnal Human Reproduction Update menunjukkan jumlah sperma manusia telah menurun lebih dari 50% di seluruh dunia selama 50 tahun terakhir. Penelitian ini menganalisis data dari 185 studi yang dilakukan di 53 negara.

BACA JUGA - Live Podcast Porno with Adella Wulandari
Seperti dilansir dari New Science,Jumlah sperma rata-rata turun dari 104 juta sel per mililiter air mani pada tahun 1973 menjadi 49 juta sel per mililiter pada tahun 2018. Penurunan ini terjadi pada semua kelompok usia, tetapi lebih cepat terjadi pada pria yang lebih muda.

Penurunan jumlah sperma ini dapat berdampak pada kesuburan pria. Pria dengan jumlah sperma rendah lebih mungkin mengalami infertilitas.

Para peneliti belum mengetahui secara pasti apa penyebab penurunan jumlah sperma ini. Namun, ada beberapa faktor yang diduga berperan, antara lain:

Perubahan gaya hidup: Faktor-faktor gaya hidup seperti obesitas, merokok, konsumsi alkohol, dan paparan polusi telah dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma.

Paparan bahan kimia: Paparan bahan kimia tertentu, seperti pestisida dan polutan lingkungan, juga dapat merusak sperma.

Gangguan endokrin: Gangguan endokrin, seperti hipotiroidisme dan hiperprolaktinemia, dapat memengaruhi produksi sperma.

Faktor genetik: Faktor genetik juga diduga berperan dalam penurunan jumlah sperma.

Para peneliti sedang melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami penyebab penurunan jumlah sperma ini dan untuk mengembangkan strategi untuk mencegah atau membalikkan kondisi ini.

penurunan ini dikaitkan dengan meningkatnya paparan pestisida. Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membunuh hama, seperti serangga, gulma, dan jamur.

Mereka dapat ditemukan di berbagai tempat, termasuk makanan, air, dan lingkungan.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pestisida dapat memiliki efek negatif pada kesehatan reproduksi pria.

Pestisida dapat merusak sperma, mengurangi jumlah sperma, dan menurunkan motilitas sperma (kemampuan sperma untuk bergerak).

Studi ini adalah yang pertama untuk melihat hubungan antara paparan pestisida dan penurunan jumlah sperma secara global.

Studi ini menunjukkan bahwa paparan pestisida yang meningkat dapat menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan jumlah sperma di seluruh dunia.

Penurunan jumlah sperma dapat memiliki konsekuensi yang serius bagi kesehatan reproduksi pria. Jumlah sperma yang rendah dapat meningkatkan risiko infertilitas, keguguran, dan kelahiran prematur.

Studi ini juga menyoroti pentingnya mengurangi paparan pestisida. Pemerintah dan industri perlu bekerja sama untuk mengembangkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan mengurangi penggunaan pestisida.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved