Ini Penjelasan Ilmiah Mukjizat Tongkat Nabi Musa Membelah Laut Merah

Jum'at, 19 Januari 2024 - 15:05 WIB
loading...
Ini Penjelasan Ilmiah...
Tongkat Nabi Musa membelah Laut Merah dan menenggelamkan Firaun. (Foto: Freepik)
A A A
JAKARTA - Mukjizat tongkat Nabi Musa membelah Laut Merah dan menenggelamkan Firaun merupakan peristiwa yang sangat monumental. Peristiwa tersebut bahkan diabadikan dalam sejumlah kitab suci dan bukti-bukti keberadaannya sangat nyata.

Para ilmuwan pun berusaha memecahkan mukjizat Nabi Musa membelah lautan dari kacamata ilmu pengetahuan. Dikutip WION, Jumat (19/1/2023), ilmuwan dari University of Leicester, Inggris, Rebekah Garratt dan Rikesh Kunverji mencoba memahami keajaiban tersebut dengan cara berbeda. Mereka berupaya mendudukkan peristiwa tersebut dari kacamata ilmiah dan kondisi alam yang terjadi saat itu.

Dalam laporan berjudul "How did God part the Red Sea?" keduanya mengungkap ada empat kejadian alam yang memungkinkan terbelahnya laut merah.

Yaitu gelombang negatif, angin timur, gelombang pasang surut, dan gelombang Rossby. Kombinasi keempat faktor tersebut berjalan dengan sempurna sehingga laut pun terbelah yang memungkinkan Nabi Musa dan pengikutnya menyeberangi lautan tanpa basah terkena air laut.

Baca Juga: Nabi Joshua, Pengganti Nabi Musa yang Merebut Baitul Maqdis

Dalam analisa mereka, fenomena meteorologi justru menjadi pemicu terjadinya keempat kondisi tersebut. Kondisi itu meyebabkan rangkaian kejadian kacau yang berujung pada fenomena ekstrem.

Angin memang jadi pemicu utama laut terbelah. Fenomena yang mereka namakan wind setdown itu merupakan momen di mana angin yang sangat kuat bertiup terus-menerus sehingga bisa menurunkan permukaan air di suatu area sekaligus. Tiupan itu juga membua air menumpuk melawan angin. "Kondisi itu telah banyak didokumentasikan, termasuk di delta Sungai Nil pada abad ke-19 ketika angin kencang mendorong air setinggi sekitar lima kaki dan membuka sebuah lahan kering," kata mereka.

Untuk kejadian di Laut Merah, para peneliti mengatakan, kecepatan angin harus cukup kuat agar air tetap terpisah dalam waktu yang lama.

Kemungkinan kedua adalah gelombang air pasang yang lebih kuat dari biasanya ditambah dengan kondisi berangin, dapat menyebabkan permukaan air turun sedemikian rupa sehingga terbentuklah daerah kering, dan memungkinkan orang Israel untuk menyeberang.

Baca Juga: Nabi Musa Menghajar Malaikat Maut Sampai Terlepas Matanya

Kondisi ini bahkan menurut mereka pernah terjadi saat Badai Irma menerpa Semenanjung Florida, Amerika Serikat pada 2017. Saat itu angin yang sangat besar menyebabkan sebagian perairan Semenanjung Florida terdorong mundur sehingga memperlihatkan dasar laut.

Kondisi angin tersebut justru menurut kedua ilmuwan itu tidak akan terjadi di Laut Merah. Dari situ mereka menganalisa kejadian terbelahnya laut itu bukanlah di Laut Merah.

Mereka yakin ada tempat lain yang lebih ideal sehingga fenomena terbelahnya laut itu jadi lebih mungkin. Mereka meyakini ada sedikit misinterpretasi dari lokasi keajaiban itu terjadi. "Laut Merah hanyalah terjemahan tradisional yang diperkenalkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Alkitab Versi King James," kata Rebekah Garratt dan Rikesh Kunverji.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bikin Teler Parah, Narkoba...
Bikin Teler Parah, Narkoba Zaman Firaun Ditemukan
Ilmuwan Selalu Mencium...
Ilmuwan Selalu Mencium Mumi Mesir Kuno, Ini Alasannya
Struktur Misterius di...
Struktur Misterius di Samping Piramida Agung Giza Jadi Tanda Tanya Besar
Asal-usul Kawat Gigi...
Asal-usul Kawat Gigi Ternyata Berasal dari Zaman Firaun, Ini Buktinya
Teliti Tempat Nabi Musa...
Teliti Tempat Nabi Musa Membelah Lautan, Fakta di Luar Nalar Ini Terungkap
Rusak Parah, Mesir Merakit...
Rusak Parah, Mesir Merakit Kembali Perahu Raja Firaun
9 Mukjizat Nabi Isa...
9 Mukjizat Nabi Isa AS dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
5 Fakta Museum Agung...
5 Fakta Museum Agung Mesir yang Pamerkan Jenazah Firaun
Laut Merah Kembali Memanas,...
Laut Merah Kembali Memanas, Houthi Tenggelamkan Kapal Dagang Eternity C
Rekomendasi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
V+Short Hadirkan Microdrama...
V+Short Hadirkan Microdrama Full Throttle Family, Kisah Mantan Pembalap yang Kembali ke Dunia Lama
DPR Dorong Penguatan...
DPR Dorong Penguatan BPKH untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Berita Terkini
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved