Minta Bantuan AI, Microsoft Temukan Bahan Pengganti Litium-ion
Jum'at, 12 Januari 2024 - 22:43 WIB
loading...
A
A
A
Memanfaatkan keahlian dan wawasan untuk parameter penyaringan tambahan, peneliti Microsoft menunjuk kandidat terakhir, yakni bahan elektrolit yang menggunakan litium sekitar 70 persen lebih sedikit dibandingkan baterai li-ion yang ada, menggantikan sebagian litium dengan natrium.
Bahan baru ini lantas disintesis oleh Laboratorium Nasional Pacific Northwest Departemen Energi, dan pengujian tambahan direncanakan untuk memverifikasi stabilitas dan efisiensinya.
Brian Abrahamson, chief digital officer di Laboratorium Nasional Pacific Northwest Departemen Energi, mengatakan pengembangan baterai baru merupakan tantangan global yang penting. Abrahamson menyatakan bahwa mensintesis dan menguji bahan pada skala manusia adalah proses yang memakan banyak tenaga dan pada dasarnya sangat terbatas.
Dengan sinergi AI, platform Azure Quantum Elements, dan keahlian ilmiah yang mapan, Microsoft mengklaim bahwa teknologi modern dapat menyingkat inovasi ilmu kimia dan material secara lebih efisien. AI akan merevolusi setiap industri, membuka era baru penemuan ilmiah.
Bahan baru ini lantas disintesis oleh Laboratorium Nasional Pacific Northwest Departemen Energi, dan pengujian tambahan direncanakan untuk memverifikasi stabilitas dan efisiensinya.
Brian Abrahamson, chief digital officer di Laboratorium Nasional Pacific Northwest Departemen Energi, mengatakan pengembangan baterai baru merupakan tantangan global yang penting. Abrahamson menyatakan bahwa mensintesis dan menguji bahan pada skala manusia adalah proses yang memakan banyak tenaga dan pada dasarnya sangat terbatas.
Dengan sinergi AI, platform Azure Quantum Elements, dan keahlian ilmiah yang mapan, Microsoft mengklaim bahwa teknologi modern dapat menyingkat inovasi ilmu kimia dan material secara lebih efisien. AI akan merevolusi setiap industri, membuka era baru penemuan ilmiah.
(wbs)
Lihat Juga :