Israel Hancurkan 200 Situs Arkeologi Kuno di Gaza, Gereja dan Masjid Bersejarah Jadi Sasaran
Minggu, 31 Desember 2023 - 13:02 WIB
loading...
Tentara zionis Israel telah menghancurkan lebih dari 200 situs arkeologi kuno dari 325 situs yang terdaftar di Gaza dalam serangan gencar yang dilancarkan sejak 7 Oktober 2023. Foto/AA/trtworld
A
A
A
GAZA - Tentara zionis Israel telah menghancurkan lebih dari 200 situs arkeologi kuno dari 325 situs yang terdaftar di Gaza dalam serangan gencar yang dilancarkan sejak 7 Oktober 2023. Situs arkeologi kuno yang dihancurkan mencakup gereja kuno, masjid, sekolah, museum dan situs serta monumen bersejarah lainnya.
Kantor Media Gaza mengatakan, situs dan tempat ibadah yang dirusak atau dihancurkan oleh Israel di antaranya Gereja Bizantium di Jabalia, Gereja Santo Porphyrius Ortodoks Yunani, pemakaman Bizantium Blakhiya, Masjid Agung Omari, dan Kuil Al-Khadir di kota Deir al Balah.
“Situs-situs kuno dan arkeologi yang dihancurkan oleh tentara zionis berasal dari zaman Fenisia dan Romawi antara 800 SM dan 1.400. Sementara situs arkeologi yang lain dibangun 400 tahun lalu,” keterangan kantor Media Gaza dikutip SINDOnews dari laman trtworld, Minggu (31/12/2023).
Baca juga; Israel Incar Sejarah Gaza, Hancurkan Masjid-masjid dan Gereja-gereja Kuno
Tercatat situs-situs lain juga rusak parah, termasuk Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius, Rumah Al-Saqqa yang berusia 400 tahun. Ada Masjid Sayed al-Hashim, yang merupakan salah satu masjid tertua di Gaza.
Kelompok hak asasi manusia Euro-Med Monitor yang berbasis di Jenewa mengatakan pada tanggal 20 November Israel sengaja menghancurkan monumen arkeologi dan sejarah di Gaza yang terkepung. Euro-Med Monitor menuduh tentara zionis secara eksplisit menargetkan warisan budaya Palestina.
Gaza adalah kota kuno dan bersejarah yang berada di bawah kekuasaan beberapa kerajaan dan peradaban, antara lain Mesir kuno (Firaun), Yunani, Romawi, Bizantium, dan zaman Islam. Sejak serangan mendadak Hamas melintasi perbatasan pada tanggal 7 Oktober, Israel terus melakukan serangan tanpa henti di daerah kantong yang diblokade tersebut.
Kantor Media Gaza mengatakan, situs dan tempat ibadah yang dirusak atau dihancurkan oleh Israel di antaranya Gereja Bizantium di Jabalia, Gereja Santo Porphyrius Ortodoks Yunani, pemakaman Bizantium Blakhiya, Masjid Agung Omari, dan Kuil Al-Khadir di kota Deir al Balah.
“Situs-situs kuno dan arkeologi yang dihancurkan oleh tentara zionis berasal dari zaman Fenisia dan Romawi antara 800 SM dan 1.400. Sementara situs arkeologi yang lain dibangun 400 tahun lalu,” keterangan kantor Media Gaza dikutip SINDOnews dari laman trtworld, Minggu (31/12/2023).
Baca juga; Israel Incar Sejarah Gaza, Hancurkan Masjid-masjid dan Gereja-gereja Kuno
Tercatat situs-situs lain juga rusak parah, termasuk Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius, Rumah Al-Saqqa yang berusia 400 tahun. Ada Masjid Sayed al-Hashim, yang merupakan salah satu masjid tertua di Gaza.
Kelompok hak asasi manusia Euro-Med Monitor yang berbasis di Jenewa mengatakan pada tanggal 20 November Israel sengaja menghancurkan monumen arkeologi dan sejarah di Gaza yang terkepung. Euro-Med Monitor menuduh tentara zionis secara eksplisit menargetkan warisan budaya Palestina.
Gaza adalah kota kuno dan bersejarah yang berada di bawah kekuasaan beberapa kerajaan dan peradaban, antara lain Mesir kuno (Firaun), Yunani, Romawi, Bizantium, dan zaman Islam. Sejak serangan mendadak Hamas melintasi perbatasan pada tanggal 7 Oktober, Israel terus melakukan serangan tanpa henti di daerah kantong yang diblokade tersebut.
Lihat Juga :