Penelitian Terbaru, Pakai Smartphone Berlebihan Melemahkan Otak
Rabu, 20 Desember 2023 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti dengan cermat memilih 39 peserta berdasarkan kriteria tertentu seperti usia, keterampilan berbahasa, dan ketiadaan penyakit saraf atau mental. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni pengguna smartphone berlebihan dan kelompok kontrol, berdasarkan skor mereka pada Smartphone Addiction Scale, skala yang banyak diakui untuk mengukur kecanduan smartphone. Setiap peserta menjalani serangkaian penilaian, termasuk Smartphone Addiction Inventory dan skala psikologis lainnya, untuk mengukur berbagai aspek kecanduan smartphone dan kesehatan mental.
Inti dari penelitian ini melibatkan menggunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk mengambil gambar rinci aktivitas otak peserta saat mereka terlibat dalam berbagai tugas yang dirancang untuk menguji fungsi kognitif seperti perhatian (tugas Flanker), ingatan (tugas n-back), dan tanggapan terhadap isyarat (tugas CR). Pendekatan ini memungkinkan para peneliti mengidentifikasi pola saraf spesifik yang terkait dengan penggunaan smartphone berlebihan.
Kelompok pengguna smartphone berlebihan menunjukkan kekuatan yang signifikan lebih rendah dalam jaringan otak yang dikenal sebagai jaringan frontoparietal. Jaringan ini sangat penting untuk kontrol perhatian dari atas ke bawah. Intinya mengukur pemusatan perhatian dan mengendalikan impuls. Studi ini juga menemukan penurunan kekuatan jaringan ini berkorelasi dengan skor yang lebih tinggi pada Smartphone Addiction Inventory, terutama dalam aspek seperti waktu yang dihabiskan di smartphone dan keinginan untuk menggunakannya.
Menariknya, pola saraf ini mirip dengan yang diamati dalam bentuk perilaku adiktif lainnya, menunjukkan potensi dasar saraf umum untuk kecanduan, apakah itu terhadap zat atau smartphone. Namun, studi ini tidak tanpa keterbatasan. Salah satu kekhawatiran utama adalah ukuran sampel yang relatif kecil dan demografis tertentu (dewasa muda) dari peserta, yang mungkin membatasi generalisabilitas temuan.
Baca Juga: Hindari Anak Kecanduan Gadget, Pegiat Pendidikan Terapkan Metode Learning With Fun
Inti dari penelitian ini melibatkan menggunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk mengambil gambar rinci aktivitas otak peserta saat mereka terlibat dalam berbagai tugas yang dirancang untuk menguji fungsi kognitif seperti perhatian (tugas Flanker), ingatan (tugas n-back), dan tanggapan terhadap isyarat (tugas CR). Pendekatan ini memungkinkan para peneliti mengidentifikasi pola saraf spesifik yang terkait dengan penggunaan smartphone berlebihan.
Kelompok pengguna smartphone berlebihan menunjukkan kekuatan yang signifikan lebih rendah dalam jaringan otak yang dikenal sebagai jaringan frontoparietal. Jaringan ini sangat penting untuk kontrol perhatian dari atas ke bawah. Intinya mengukur pemusatan perhatian dan mengendalikan impuls. Studi ini juga menemukan penurunan kekuatan jaringan ini berkorelasi dengan skor yang lebih tinggi pada Smartphone Addiction Inventory, terutama dalam aspek seperti waktu yang dihabiskan di smartphone dan keinginan untuk menggunakannya.
Menariknya, pola saraf ini mirip dengan yang diamati dalam bentuk perilaku adiktif lainnya, menunjukkan potensi dasar saraf umum untuk kecanduan, apakah itu terhadap zat atau smartphone. Namun, studi ini tidak tanpa keterbatasan. Salah satu kekhawatiran utama adalah ukuran sampel yang relatif kecil dan demografis tertentu (dewasa muda) dari peserta, yang mungkin membatasi generalisabilitas temuan.
Baca Juga: Hindari Anak Kecanduan Gadget, Pegiat Pendidikan Terapkan Metode Learning With Fun
Lihat Juga :