UGM Kembangkan Alat Radiografi Digital untuk Bantu Penanganan Covid-19

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:04 WIB
loading...
A A A
UGM Kembangkan Alat Radiografi Digital untuk Bantu Penanganan Covid-19


Gambar hasil tangkapan radiographer akan dikirim ke fisika medis untuk diverifikasi, apakah betul nama pasiennya dan permintaan yang diinginkan. Setelah mendapatkan acc atau disetujui, gambar dikirim ke radiologis atau dokter untuk mendapatkan analisis lebih lanjut.

Dengan alat ini, Bayu mengungkapkan bahwa fisika medis maupun radiologis tidak perlu datang setiap hari ke rumah sakit. Mereka hanya perlu jaringan internet untuk bisa bekerja dari rumah.

Bayu dan tim juga membuat bilik khusus untuk proses pengambilan foto agar tetap aman bagi pasien. Bilik akan selalu disterilkan setiap kali pasien selesai melakukan proses foto agar tetap bersih dan aman dari Covid-19.

Berbicara tentang harga, ada perbedaan menonjol antara alat radiografi ciptaan anak bangsa dengan barang yang datang dari luar negeri. Produk buatan dalam negeri akan jauh lebih murah daripada produk luar. Selain itu, perubahan bentuk dan kemampuan alat akan lebih mudah dimodifikasi sesuai permintaan pelanggan jika pembuatnya adalah anak bangsa sendiri. (Baca juga: Mendeteksi Mobil yang Sudah Capek Berkelana)

Bayu menyampaikan jika ada pihak yang berminat dengan teknologi ini tidak perlu menunggu lama. Proses pengerjaannya pun cepat, hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk install semuanya.

Saat ini, pesaing teknologi buatan UGM ini adalah Radiografi Flat Detector (RFD) yang ada di pasaran dengan harga sekitar Rp1,5 miliar. Sementara untuk produk Madeena dapat dijual dengan harga di bawah Rp1 miliar. Tinggi rendahnya harga akan menyesuaikan jumlah produksi jika sudah mendapat izin dari pemerintah.

Kebutuhan terhadap teknologi penanganan Covid-19 tidak hanya sebatas di rumah sakit besar atau wilayah perkotaan. Puskemas juga perlu mendapatkan bantuan alat kesehatan yang mampu mendeteksi dan menangani pasien Covid-19 mengingat jumlah pasien terus bertambah.

“Kita masuk dalam DDR juga, direct digital radiografi. Perbedaannya adalah dosisnya relatif rendah, tegangan dan dayanya juga lebih rendah sehingga bisa dioperasikan di puskesmas,” katanya.

Bayu menuturkan bahwa dengan adanya alat radiologi digital ini, setiap puskesmas dapat menggunakannya untuk melakukan kontrol kesehatan masyarakat, khususnya Covid-19. Puskesmas hanya perlu mengambil gambar paru-paru pasien yang selanjutnya dikirim ke radiografis melalui jaringan internet. “Jadi, di puskesmas tidak perlu dokter atau radiologisnya,” ungkapnya.

Penelitian ini mendapatkan tantangan terkait pemetaan paru-paru, sejauh mana teknologi ini dapat meyakinkan pengguna. Meski sudah dijelaskan Bayu bahwa alat ini dapat memetakan paru-paru, pemerintah masih belum percaya dengan hasil karyanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Prancis Deteksi Varian...
Prancis Deteksi Varian Baru Covid-19 untuk Pertama Kalinya
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Rekomendasi
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Berita Terkini
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Infografis
Korut akan Kirim 150...
Korut akan Kirim 150 Rudal Balistik untuk Bantu Perang Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved