Demi Sampel Bulan dari China, NASA Melanggar Aturan AS

Minggu, 03 Desember 2023 - 08:31 WIB
loading...
Demi Sampel Bulan dari...
NASA juga mengatakan bahwa kerja sama dengan China di bidang luar angkasa dapat bermanfaat bagi kedua negara.. FOTO/ WION NEWS
A A A
NEW YORK - NASA merilis pernyataan yang mengimbau para peneliti untuk mengumpulkan sampel bulan dari China. Pernyataan ini dikeluarkan setelah NASA menghindari larangan AS yang melarang kerja sama dengan China di luar angkasa.

BACA JUGA - NASA Tunda Peluncuran Robot Penjelajah Mars

Dalam pernyataannya, NASA mengatakan bahwa sampel bulan dari China dapat memberikan wawasan penting tentang sejarah bulan dan asal usul tata surya.

Seperti dilansir dari Wion News, Minggu, (3/12/2023), NASA juga mengatakan bahwa kerja sama dengan China di bidang luar angkasa dapat bermanfaat bagi kedua negara.

Larangan AS terhadap kerja sama dengan China di luar angkasa telah berlaku sejak tahun 2018. Larangan ini dikeluarkan sebagai tanggapan atas meningkatnya persaingan antara AS dan China di bidang militer dan teknologi.

Namun, NASA telah lama mengkritik larangan ini. NASA mengatakan bahwa larangan ini tidak hanya merugikan penelitian ilmiah, tetapi juga dapat membahayakan keamanan nasional AS.

Pada bulan November 2023, NASA mengajukan permintaan kepada pemerintah AS untuk mencabut larangan tersebut. Permintaan ini disetujui oleh pemerintah AS pada tanggal 2 Desember 2023.

Dengan dicabutnya larangan tersebut, NASA kini dapat bekerja sama dengan China dalam berbagai proyek luar angkasa, termasuk misi pengumpulan sampel bulan.

Sampel bulan dari China dapat memberikan wawasan penting tentang sejarah bulan dan asal usul tata surya. Sampel tersebut dapat membantu para ilmuwan untuk mempelajari komposisi bulan, sejarah geologinya, dan keberadaan air di bulan.

Kerja sama dengan China di bidang luar angkasa juga dapat bermanfaat bagi kedua negara. Kerja sama ini dapat membantu AS untuk meningkatkan kemampuannya dalam penelitian luar angkasa, dan dapat membantu China untuk mendapatkan akses ke teknologi dan pengetahuan dari AS.

Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kerja sama NASA dengan China dalam pengumpulan sampel bulan:

Meningkatkan pemahaman kita tentang sejarah bulan dan asal usul tata surya. Sampel bulan dari China dapat membantu para ilmuwan untuk mempelajari komposisi bulan, sejarah geologinya, dan keberadaan air di bulan.

Membantu AS untuk meningkatkan kemampuannya dalam penelitian luar angkasa. Kerja sama ini dapat memberikan akses bagi AS ke sampel bulan dari China, yang dapat digunakan untuk penelitian ilmiah.

Membantu China untuk mendapatkan akses ke teknologi dan pengetahuan dari AS. Kerja sama ini dapat memberikan akses bagi China ke teknologi dan pengetahuan yang dimiliki oleh NASA, yang dapat digunakan untuk pengembangan program luar angkasa China.

Kerja sama NASA dengan China dalam pengumpulan sampel bulan adalah langkah positif yang dapat bermanfaat bagi kedua negara.

Kerja sama ini dapat membantu meningkatkan pemahaman kita tentang sejarah bulan dan asal usul tata surya, serta dapat membantu kedua negara untuk mengembangkan program luar angkasa mereka.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Resepsi Jennifer Coppen...
Resepsi Jennifer Coppen dan Justin Hubner Curi Perhatian, Tema Kartu Remi Bikin Salfok
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved